BERITAPERS || PAREPARE – Dalam rangka memperkuat kualitas kaderisasi sekaligus menyongsong usia emas 50 tahun Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kota Parepare menggelar Latihan Manajemen Dakwah (LMD-I) Angkatan II yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Juni 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Tahfidz Nahdatul Qurra Wat Tadarib (NOT) Cappa Ujung, di bawah asuhan Ustadz Dr. H. M. Amin Iskandar, M.A., tersebut diikuti oleh 47 peserta yang telah dinyatakan lolos proses registrasi dan seleksi administrasi. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, strategi dakwah, hingga penguatan karakter kader yang berorientasi pada kemajuan umat.
Pelaksanaan LMD-I menjadi salah satu program strategis DPD BKPRMI Parepare dalam menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, dan manajerial untuk mengelola kegiatan dakwah berbasis masjid secara profesional serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Ketua panitia menjelaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian dari proses kaderisasi yang berkesinambungan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda Islam yang siap mengabdikan diri kepada masyarakat melalui gerakan dakwah yang moderat, inklusif, dan solutif.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta dibimbing oleh sejumlah instruktur dan narasumber berpengalaman dari Pengurus Wilayah (PW) BKPRMI Sulawesi Selatan maupun jajaran DPD BKPRMI Kota Parepare. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar manajemen dakwah, kepemimpinan organisasi, komunikasi publik, pengelolaan program kemasjidan, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media syiar Islam.
Salah satu narasumber, Ustadz Hasdar, menegaskan bahwa kader BKPRMI harus mampu menghadirkan program-program dakwah yang lebih inovatif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Momentum Latihan Manajemen Dakwah ini harus menjadi titik awal untuk memperbanyak program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi BKPRMI akan memasuki usia emas 50 tahun. Sudah saatnya seluruh kader menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun umat dan memakmurkan masjid,” ujarnya.
Menurutnya, memasuki usia setengah abad, BKPRMI dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan perjuangan organisasi sejak didirikan pada tahun 1977.
Keseriusan pelaksanaan kaderisasi juga terlihat dari kehadiran para Pembina LMD BKPRMI Sulawesi Selatan, yakni Ustadz Muh. Riswan, S.Th.I., dan Ustadz Dr. Nidaul Islam, M.Pd., yang secara langsung memberikan pembinaan, arahan, serta motivasi kepada seluruh peserta selama proses pelatihan berlangsung.
Keduanya menekankan bahwa kader BKPRMI harus menjadi motor penggerak kemakmuran masjid sekaligus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan mengedepankan akhlak, integritas, dan kompetensi.
Pelaksanaan LMD-I Angkatan II mendapat apresiasi dari berbagai elemen organisasi keagamaan di Kota Parepare. Salah satunya disampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Muballigh dan Pengurus Masjid (FK-MPM) Kota Parepare, Dr. Abdullah, S.Ag., M.Pd.
Ia menilai konsistensi BKPRMI dalam menyelenggarakan kaderisasi merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan dakwah Islam di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.
“Kami dari FK-MPM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD BKPRMI Kota Parepare. Latihan Manajemen Dakwah merupakan proses yang sangat penting dalam melahirkan kader-kader dakwah yang berkualitas. Mereka harus memiliki kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, serta siap menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks,” ungkap Dr. Abdullah.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas syiar Islam, bukan sebagai hambatan. Oleh karena itu, para kader muda diharapkan mampu memanfaatkan berbagai platform digital secara bijak untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang edukatif, menyejukkan, dan mampu menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Selain menjadi wadah pembentukan kemampuan manajerial, LMD-I juga diarahkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah antar kader, memperkuat semangat kolaborasi, serta menanamkan nilai-nilai pengabdian kepada umat melalui aktivitas kemasjidan.
Dengan terselenggaranya Latihan Manajemen Dakwah Angkatan II ini, DPD BKPRMI Kota Parepare optimistis mampu melahirkan kader-kader dakwah yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kehadiran para kader tersebut diharapkan menjadi kekuatan baru dalam memakmurkan masjid, memperkuat pembinaan generasi muda Islam, serta membawa BKPRMI terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa menjelang peringatan 50 tahun pengabdiannya pada 2027
. (MLP)






















Discussion about this post