BERITAPERS – TAKALAR, 4 Juli 2025 — Penunjukan Salahuddin Dini, atau yang akrab disapa “Pak Ulli”, sebagai admin Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) wilayah Jeneponto–Takalar menuai sorotan sejumlah guru dan tenaga pendidik. Ia diduga masih berstatus sebagai tenaga honorer di salah satu SMA Negeri di Takalar.
“Kami cukup terkejut mengetahui beliau menjadi admin SPMB di Cabang Dinas. Sepengetahuan kami, beliau masih menerima honor dari sekolah tempat kami mengajar,” ungkap salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah pihak mempertanyakan dasar penunjukan Ulli sebagai admin, mengingat status kepegawaiannya belum sepenuhnya jelas. Penempatan tersebut dinilai membutuhkan kejelasan baik dari sisi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) maupun mekanisme penugasan dan transparansi prosesnya.
Upaya konfirmasi ke pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jeneponto–Takalar hingga kini belum membuahkan tanggapan resmi. Salah satu staf internal hanya menyarankan agar klarifikasi dilakukan langsung ke Kasubag Tata Usaha yang disebut mengetahui detail penugasan tersebut.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi persoalan dalam pelaksanaan SPMB, mengingat jabatan sebagai admin berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan memerlukan integritas tinggi. Beberapa pihak mempertanyakan apakah penunjukan Ulli disertai dengan Surat Keputusan (SK) resmi dan bagaimana mekanisme penggajiannya: apakah masih melalui sekolah asal, atau sudah masuk dalam tanggungan anggaran Cabang Dinas Pendidikan.
“Kalau memang sudah ditugaskan resmi di Cabdin, maka harus jelas juga sumber honornya. Jangan sampai terjadi rangkap penerimaan atau malah tidak ada kejelasan sama sekali,” kata seorang guru lainnya.






















Discussion about this post