BERITAPERS || BARANG PALIE, PINRANG – Tradisi adat Mappalili kembali digelar oleh masyarakat Desa Barang Palie, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang menjadi penanda dimulainya musim tanam padi tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta para pemangku kepentingan di wilayah setempat.
Tradisi Mappalili merupakan warisan budaya masyarakat Bugis yang secara turun-temurun dilaksanakan sebelum memasuki masa pengolahan lahan dan penanaman padi. Selain sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat tani.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Camat Lanrisang Bachrum Syah, S.STP., M.Si, Kapolsubsektor Lanrisang IPDA Irwan Asmadi, Plt Kepala Desa Barang Palie Risnawati, Bhabinkamtibmas Desa Barang Palie dan Desa Amassangan AIPTU Sudirman Nurdin, S.H., Babinsa Desa Barang Palie Serma Suaib, anggota BPD, para kepala dusun, kelompok tani, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kapolsubsektor Lanrisang IPDA Irwan Asmadi yang turut mengikuti rangkaian kegiatan menyampaikan bahwa kehadiran aparat keamanan dalam kegiatan adat tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat sekaligus upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Tradisi Mappalili bukan hanya kegiatan budaya, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menyambut musim tanam. Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Lanrisang Bachrum Syah mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, Mappalili memiliki nilai budaya yang tinggi sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong royong yang harus terus dipertahankan.
Ia berharap momentum dimulainya musim tanam tahun ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah maupun nasional.
Kehadiran unsur pemerintah, TNI, Polri, kelompok tani, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan sinergitas yang kuat dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar musim tanam tahun ini berjalan lancar dan menghasilkan panen yang melimpah.
Tradisi Mappalili sendiri hingga kini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat agraris di Kabupaten Pinrang, khususnya di Kecamatan Lanrisang, sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai budaya sekaligus doa bersama untuk keberhasilan usaha pertanian. (MLP)










