Beritapers.com, Makassar – Industri pariwisata Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendadak diguncang kabar duka sekaligus gelombang protes dari masyarakat. Sebuah insiden tragis menimpa seorang gadis berstatus siswi SMA bernama Elmi (17), yang dilaporkan jatuh dan hilang diseret arus setelah terhempas ombak besar di Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Minggu sore, 7 Juni 2026, sekitar pukul 16.30 WITA.
Peristiwa tragis yang terjadi Minggu sore itu viral di media sosial setelah rekaman warga beredar luas. Publik marah bukan hanya karena hilangnya korban, tapi juga karena minimnya fasilitas keselamatan dan lambatnya respons orang di sekitar lokasi.
Kronologi Kejadian: Ombak Hantam Spot Foto Ekstrem
Berdasarkan informasi kepolisian dan BPBD Bulukumba, korban datang ke Tebing Apparalang bersama keluarga untuk berlibur.
Saat korban bersama rekannya menuruni karang menuju jembatan kayu yang menjorok ke laut—spot foto ikonik di sana—cuaca tiba-tiba memburuk. Ombak besar menghantam tebing tepat saat korban berdiri di ujung papan. Tubuhnya terlempar ke laut yang sedang mengamuk.
“Penyebab utamanya hempasan ombak yang sangat kuat di pinggiran tebing spot foto Apparalang, sehingga korban kehilangan keseimbangan lalu terjatuh ke laut,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba, Hasbullah.
Video 3 Menit Viral: Korban Terombang-ambing Tanpa Pertolongan
Kemarahan netizen memuncak setelah video 3 menit 55 detik pasca-jatuhnya korban beredar. Dalam video, korban terlihat terapung dan terombang-ambing di tengah ombak.
Perekam video berteriak histeris meminta bantuan, tapi karena arus deras dan tidak adanya pelampung atau alat darurat di sekitar tebing, tidak ada yang berani melompat.
“Tidak ada sekali orang mau bantu, na lihat-lihati ji,” ucap perekam dengan nada frustrasi, melihat tubuh korban berhenti bergerak lalu tenggelam diseret arus.
Sorotan ke Komitmen Keselamatan Dinas Pariwisata
Tragedi ini memicu kritik keras. Pengelola wisata dan Disparpora Bulukumba dinilai terlalu fokus promosi dan pendapatan, tapi abai pada keselamatan pengunjung.
Netizen menuntut pertanggungjawaban. Kawasan setenar Apparalang seharusnya punya pembatas kokoh, papan peringatan cuaca, pelampung di titik rawan, dan lifeguard bersertifikat.
“Kami menyayangkan perhatian hanya diberikan ke promosi dan pendapatan daerah, sementara keselamatan pengunjung terabaikan. Harus ada keadilan untuk korban dan evaluasi total agar kejadian serupa tidak berulang,” tulis pernyataan warga yang viral.
Pencarian Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Bulukumba, SAR Lembanna, dan nelayan setempat masih menyisir perairan Apparalang dengan perahu karet.
Kanit Reskrim Polsek Bontobahari, Samsul Bahri, membenarkan petugas masih berupaya di tengah ombak tinggi. Keluarga korban hanya bisa pasrah dan berdoa di tepi tebing.
Kasus ini jadi tamparan keras: keindahan alam harus sejalan dengan jaminan keselamatan mutlak bagi setiap pengunjung.
Muhammad Asyrof





















Discussion about this post