Kurikulum Berbasis Cinta dan Nilai Humanis di MA
Kurikulum berbasis cinta menekankan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, empati, penghormatan, dan pembinaan karakter aspek yang sangat relevan dalam pendidikan Islam di MA. Kombinasi pendidikan umum dan Agama memberi ruang bagi pembentukan integritas moral dan spiritual murid. Kebijakan kurikulum di MA memberi fleksibilitas melalui muatan lokal, sehingga memungkinkan sekolah (madrasah) untuk menyisipkan program karakter, kegiatan moral-spiritual, dan pembelajaran kontekstual sesuai nilai dan kultur madrasah. Model penilaian di beberapa madrasah berbasis pesantren atau madrasah Islam melibatkan aspek non-akademik kepribadian, akhlak, kerajinan, kehadiran, disiplin menunjukkan bahwa aspek afektif dan karakter memang sudah menjadi bagian penting di banyak MA.
Kesesuaian antara Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta di MA
Kombinasi pendekatan deep learning (yang fokus pada pemahaman dan makna) dengan kurikulum berbasis cinta (yang mendasar pada perhatian terhadap nilai, moral, dan kemanusiaan) menyediakan kerangka pendidikan holistik akademis, karakter, spiritual, sosial. Untuk MA, hal ini berarti kurikulum dan praktik pembelajaran harus dirancang untuk menghormati muatan agama sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21 (kritis, kreatif, kolaboratif), serta membina moral dan etika sesuai nilai keislaman.
Peran Aktor Kunci dalam Implementasi di Madrasah Aliyah
Guru di MA: Pelaksana dan Pembimbing Multidimensi






















Discussion about this post