Sementara itu, Puan Suzita Yusof menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif UMI. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru bagi pengurus surau dalam mengelola dana umat dengan lebih tertib dan terencana.
“Kami sangat terbantu. Sistem Excel yang diajarkan mudah digunakan dan bisa langsung diterapkan untuk mencatat setiap transaksi harian,” ungkapnya.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UMI dalam mendukung implementasi digitalisasi tata kelola keuangan berbasis masyarakat dan memperkuat jejaring kerja sama internasional, khususnya di wilayah ASEAN.
Dengan adanya sistem pencatatan digital ini, diharapkan surau di Gombak dapat menjadi model penerapan good governance lembaga keagamaan yang akuntabel, transparan, dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar.
Peserta yang hadir terdiri atas ibu rumah tangga, pekerja yang bertempat tinggal di Codominium Taman Melati Utama, 53100 kuala lumpr dan mereka senang diberi materi peguatan pengelolaan keuangan mesjdi dengan digitalisasi akuntansi.






















Discussion about this post