BeritaPers. Makassar – Di tengah keramaian hari bebas kendaraan (Car Free Day/CFD) Boulevard Makassar pada 30 November 2025, sebuah aksi kemanusiaan menarik perhatian. Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA 5 Angkatan ’88 (disingkat 588) sukses menggelar donor darah kilat. Hanya dalam tempo 3 jam, dari pukul 07.00 hingga 10.00 WITA, panitia berhasil mengumpulkan 39 kantong darah dari 39 pendonor. Sebuah pencapaian singkat yang disambut antusias sebagai sinyal positif kepedulian alumni.
“Alhamdulillah, aksi ini berjalan sukses. Kami sangat bersyukur atas partisipasi para alumni dan masyarakat di kawasan CFD,” ungkap Rusdi, Ketua Panitia acara. Keberhasilan ini bukan hanya selebrasi sesaat. Ia menegaskan bahwa aksi donor darah ini akan menjadi agenda wajib tahunan IKA 588. “InsyaAllah, ini akan menjadi kegiatan rutin minimal sekali dalam setahun,” tambahnya, menandai komitmen jangka panjang IKA 588 dalam membantu sesama.
Meskipun sukses, acara ini juga menghadapi “tantangan manis”: tingginya minat masyarakat. Rusdi menyampaikan permohonan maaf karena keterbatasan waktu membuat banyak calon pendonor—baik dari alumni maupun masyarakat harus kecewa karena tidak sempat menyumbangkan darahnya. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan sangat hidup di Makassar, dan menjadi modal penting untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa depan.

Ketua PMI Makassar yang juga anggota DPR RI, Deng Ichal, memberikan sorotan tajam mengenai urgensi aksi ini. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di wilayah Indonesia Timur sedang melonjak drastis. Jika biasanya kebutuhan harian hanya sekitar 200 kantong, kini permintaan stok darah mencapai 400 hingga 500 kantong per hari. Kebutuhan kritis ini bahkan datang dari luar negeri, termasuk negara tetangga seperti Singapura. Kegiatan IKA 588, meski dengan jumlah kantong yang terbatas, dinilai sangat membantu di tengah situasi darurat ini.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan kuat pihak sponsor. Salah satu pendukung utama adalah Marwan Aras Center (MAC), sebuah lembaga sosial yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di Jabodetabek dan Makassar. Founder MAC, Marwan Aras, menegaskan komitmen lembaganya: “Donor darah adalah kegiatan untuk kemanusiaan, sehingga kami mendukung penuh penyelenggaraannya.” Kontribusi MAC menunjukkan kolaborasi efektif antara alumni dan lembaga sosial dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Aksi IKA 588 ini tidak hanya berhasil mengumpulkan darah, tetapi juga menanamkan optimisme. Salah satu pendonor menyambut positif inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa terus dijalankan. Dengan total 39 kantong darah terkumpul dan komitmen untuk menjadikan ini kalender rutin, IKA 588 telah membuktikan bahwa nostalgia dan persaudaraan alumni dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak signifikan pada ketersediaan stok darah regional.





















Discussion about this post