BeritaPers. Ragam – Pada Mei 2025, dunia literasi religi dihebohkan dengan kehadiran sebuah buku yang menggemparkan sekaligus menggelitik, “Ketika Iblis Ikut Tarawih: Catatan Ramadhan yang Absurd Mencari Tuhan dalam Kekacauan.” Buku setebal 242 halaman ini, diterbitkan oleh CV. Darbooks Media Group, merupakan karya perdana dari seorang multitalenta, Muh. Anwar. HM. Ia dikenal sebagai penulis, akademisi, dosen, Kepala Microleading FTK UINAM, Mind Technology Trainer, Master NLP & Hypnoterapist. Buku ini hadir sebagai cetakan pertama dengan ISBN: 9786231092250.
Apresiasi dan Pengantar dari Ust. Zulkifli Rahayaan, S.E.
Dalam pengantarnya, Ust. Zulkifli Rahayaan, S.E., Ketua Yayasan Al-Ikhlas Tual Maluku Tenggara, menyampaikan kekagumannya terhadap buku ini. Ia melihat karya Muh. Anwar. HM. sebagai oase di tengah gersangnya buku-buku religi yang kaku. “Buku ini adalah bukti bahwa spiritualitas bisa disampaikan dengan cara yang segar, jenaka, dan tidak menggurui. Penulis berhasil merangkai ironi dan humor dalam setiap babnya, mengajak kita melihat Ramadhan dari sudut pandang yang berbeda. ‘Ketika Iblis Ikut Tarawih’ bukan hanya tentang beribadah, tetapi juga tentang bagaimana kita bergumul dengan diri sendiri, melawan godaan, dan menemukan Tuhan di tengah kekacauan pikiran. Saya mengapresiasi keberanian penulis dalam menyajikan tema ini dengan begitu jujur dan apa adanya,” ungkapnya.

Kekaguman Sitti Zakiyah. AM, S.Sos., M.M. pada Sosok Penulis
Dalam sambutannya, Sitti Zakiyah. AM, S.Sos., M.M., seorang ASN di bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, secara tulus mengungkapkan kekagumannya pada sosok Muh. Anwar. HM. dan karyanya. “Sejak lama, saya mengagumi sosok Muh. Anwar. HM. bukan hanya sebagai seorang penulis yang produktif, tetapi juga sebagai pribadi yang tulus dan berintegritas. Buku ini mencerminkan karakter beliau: cerdas, humoris, dan berani. ‘Ketika Iblis Ikut Tarawih’ berhasil meruntuhkan dinding-dinding klise dalam literatur religi. Saya merasa setiap halaman buku ini adalah cerminan dari hati dan pemikiran beliau yang kaya, yang mampu melihat sisi absurd dari kehidupan namun tetap mencari makna yang hakiki. Buku ini sangat menginspirasi,” kata Sitti Zakiyah.
Peran Penting Editor dan Persahabatan yang Tulus
Di balik lahirnya karya ini, ada peran penting dari Dr. Andi Halimah, M.Pd., seorang Dosen Senior di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, yang bertindak sebagai editor. Muh. Anwar. HM. mengungkapkan rasa bangganya, “Adalah sebuah kehormatan besar bagi saya ketika Ibu Dr. Andi Halimah bersedia menjadi editor buku ini. Beliau bukan hanya seorang dosen senior yang berwibawa, tetapi juga seorang guru yang telah banyak membimbing saya. Kejelian, ketelitian, dan masukan beliau sangat berharga. Saya bangga bisa bekerja sama dengan beliau.”
Dr. Andi Halimah pun memberikan kesaksiannya, “Saya mengenal Anwar. HM. sejak lama. Ia adalah sosok yang cerdas, inovatif, dan selalu berani mendobrak batas-batas konvensional. Ketika ia menunjukkan naskah buku ini, saya langsung tahu bahwa ini adalah karya yang unik. Ia mampu menyajikan tema spiritual dengan sentuhan humor dan ironi yang mendalam. ‘Ketika Iblis Ikut Tarawih’ adalah bukti dari kedewasaan berpikirnya, yang tidak takut mempertanyakan dan merenung.”
Apresiasi dan Dukungan dari Aimal Situru, S.Pd., M.Si.
Dukungan kuat juga datang dari Aimal Situru, S.Pd., M.Si., yang menjabat sebagai Ketua DPD Join Kabupaten Takalar, Ketua DPD LIDIK Pro Sulawesi Selatan, Sekretaris Yayasan Persaudaraan Muslim Bugis Makassar, dan Wakil Ketua PERHAMI.
Anwar. HM. menyatakan rasa terima kasihnya, “Pak Aimal Situru adalah sosok inspiratif bagi saya. Beliau adalah pemimpin yang visioner dan rendah hati. Dukungan beliau terhadap buku ini sangat berarti. Ia adalah salah satu orang yang selalu percaya pada potensi saya.”
Aimal Situru pun memberikan apresiasinya, “Anwar. HM. adalah pribadi yang luar biasa. Ia memiliki pemikiran yang tajam dan pandangan yang luas. Buku ‘Ketika Iblis Ikut Tarawih’ ini sangat relevan. Ia berhasil menangkap esensi Ramadhan di tengah gejolak modern. Saya yakin buku ini akan menjadi teman bagi banyak orang dalam perjalanan spiritual mereka. Saya sangat mengapresiasi keberanian dan kejujurannya dalam menulis.”
“Ketika Iblis Ikut Tarawih” bukan sekadar buku, melainkan sebuah refleksi jujur tentang perjalanan manusia dalam mencari Tuhan di tengah kekacauan hidup. Melalui gaya bahasa yang jenaka dan narasi yang menggugah, buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan kembali makna ibadah, godaan, dan keimanan dengan cara yang segar dan tak terduga.






















Discussion about this post