Beritapers || Makassar — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Makassar mempercepat upaya penurunan angka stunting di wilayahnya. BAPPEDA menggelar Workshop Aksibangda sebagai bagian dari subkegiatan koordinasi pelaksanaan sinergitas dan harmonisasi perencanaan pembangunan daerah di bidang pemerintahan.
Acara ini secara spesifik merupakan tindak lanjut dari penginputan data pada aplikasi web monitoring Aksibangda, Aksi Konvergensi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri). Fokus utamanya adalah Pencegahan, Percepatan, dan Penurunan Stunting Kota Makassar Tahun 2025.
Kegiatan krusial ini berlangsung di Hotel Mercure Makassar, pada hari Kamis (13/11/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai unsur kunci yang terlibat langsung dalam penanganan stunting di tingkat lapangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), H. Dahyal, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan stunting adalah isu bersama. “Program penanganan stunting ini bukan tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab kita semua sehingga melibatkan semua stakeholder terkait karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
H. Dahyal menjelaskan bahwa upaya pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting harus dilakukan secara terkoordinir dan terpadu. Intervensi harus diarahkan ke kelompok sasaran prioritas.
Kelompok prioritas yang disasar meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi berusia 0 sampai 59 bulan, yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar.





















Discussion about this post