BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang — Tim Penilai ADIPURA dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Lanrisang sebagai salah satu lokus penilaian ADIPURA 2025 di Kabupaten Pinrang, Kamis (20//11/2025). Kunjungan ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi terhadap kesiapan daerah dalam menerapkan tata kelola persampahan yang modern, sistematis, dan ramah lingkungan.
Pada penilaian tahun ini, ADIPURA mengusung konsep baru yang tidak lagi sekadar menilai kebersihan kota, tetapi menilai efektivitas daerah dalam mengelola sampah dari sumbernya, memperkuat peran masyarakat, serta melakukan pemilahan, pengurangan, dan daur ulang secara berkelanjutan.
Puskesmas Lanrisang menjadi salah satu unit pelayanan kesehatan yang dinilai mampu menerapkan pendekatan tersebut secara konsisten. Sistem pengelolaan sampah di puskesmas ini telah berjalan dari tahap pemilahan awal, pengurangan penggunaan plastik, pemanfaatan kembali sampah anorganik, hingga pengolahan sampah organik menjadi produk yang bernilai.
Kepala Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung transformasi pengelolaan sampah yang dicanangkan pemerintah.
“Kami ingin memastikan bahwa lingkungan Puskesmas Lanrisang tidak hanya bersih, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pengelolaan sampah dapat dilakukan secara bertanggung jawab. Inovasi seperti komposter, eco-enzyme, raised-bed dari botol bekas, dan pemanfaatan sampah plastik untuk berkebun adalah upaya nyata kami dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain melihat langsung proses pengolahan sampah, Tim Penilai ADIPURA juga mengapresiasi penerapan inovasi berbasis pemberdayaan di Puskesmas Lanrisang. Perwakilan tim penilai menyampaikan bahwa apa yang dilakukan puskesmas merupakan langkah maju dalam mendukung prinsip zero waste.
“Puskesmas Lanrisang menunjukkan praktik baik yang konsisten dan terukur. Pengelolaan sampah yang dilakukan di sini bukan hanya memenuhi standar penilaian, tetapi juga mencerminkan perubahan perilaku yang berorientasi keberlanjutan. Ini adalah contoh lokus yang kami harapkan dapat menjadi model bagi fasilitas kesehatan lainnya,” ungkap ibu Ani salah satu anggota tim penilai
Upaya Puskesmas Lanrisang dalam mengembangkan berbagai inovasi seperti komposter, eco-enzyme, raised-bed dari botol bekas, serta kerajinan berbahan sampah plastik, dinilai mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus edukatif bagi masyarakat sekitar.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat komitmen lintas sektor dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Pinrang sebagai bagian dari upaya meraih ADIPURA 2025. (Mlp)










