• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home

Dosen Bukan Sekadar Google Berjalan: Menghidupkan Ruang Kelas dengan Jiwa

Penulis : Muh Anwar. HM (Lecture)

Muh. Anwar by Muh. Anwar
26 Januari 2026
in Berita Opini, Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Dosen Bukan Sekadar Google Berjalan: Menghidupkan Ruang Kelas dengan Jiwa
77
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini || Sering kali saya merenung di depan pintu kelas sebelum memulai perkuliahan, bertanya-tanya apakah kehadiran saya hari ini akan menjadi inspirasi atau justru sekadar pengantar tidur yang membosankan bagi mahasiswa.

Di era di mana informasi bisa diakses hanya dengan satu ketukan jari, peran dosen sebenarnya sudah bergeser secara drastis. Kita bukan lagi satu-satunya sumber kebenaran atau “perpustakaan berjalan,” melainkan seorang kurator pengalaman yang harus mampu mengubah ruang kelas menjadi panggung yang hidup.

Saya menyadari bahwa mahasiswa tidak akan pernah tertarik pada materi yang kering jika sang pengajar sendiri tidak menunjukkan gairah terhadap apa yang ia sampaikan. Mengajar dengan hati berarti kita harus “jatuh cinta” terlebih dahulu pada topik tersebut sebelum menularkannya.

Ketika seorang dosen berbicara dengan mata yang berbinar dan energi yang tulus, secara bawah sadar mahasiswa akan terseret ke dalam antusiasme yang sama. Ketertarikan itu menular, dan itulah pintu pertama agar materi bisa diterima dengan baik.

Pendekatan yang terlalu kaku dan formal sering kali justru membangun tembok penghalang antara dosen dan mahasiswa. Saya lebih suka melihat kelas sebagai sebuah ekosistem dialog, bukan sekadar monolog searah yang menjemukan.

Dengan memposisikan diri sebagai mitra diskusi, kita meruntuhkan hierarki yang mengintimidasi. Saat mahasiswa merasa aman untuk bertanya tanpa takut terlihat bodoh, di situlah proses belajar yang sesungguhnya mulai bernapas.

Salah satu kunci agar materi mudah dicerna adalah dengan membumikannya. Teori yang melangit sering kali membuat mahasiswa kehilangan arah. Saya selalu berusaha menarik benang merah antara konsep yang rumit dengan realitas yang mereka temui sehari-hari.

Jika sebuah rumus atau teori bisa dikaitkan dengan tren yang sedang viral atau masalah nyata di lingkungan mereka, materi tersebut tidak lagi menjadi beban hafalan, melainkan sebuah solusi yang relevan bagi kehidupan mereka.

Muh Anwar. HMDosen Tetap FTK UINAM/Kaprodi Manajemen STIMI YAPMI Makassar
Muh Anwar. HM Dosen Tetap FTK UINAM/Kaprodi Manajemen STIMI YAPMI Makassar

Gaya bahasa juga memegang peranan krusial. Menggunakan istilah teknis yang tinggi mungkin membuat kita terlihat cerdas, namun sering kali justru membuat audiens merasa terasing. Saya percaya bahwa kemampuan menjelaskan sesuatu yang kompleks dengan bahasa yang sederhana adalah bentuk kecerdasan yang sesungguhnya. Narasi yang mengalir, dibumbui dengan sedikit humor atau anekdot personal, akan membuat suasana kelas menjadi jauh lebih manusiawi dan tidak kaku.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Warga Terima Bantuan Beras Pemerintah, Kelurahan Alirintangae Kawal Penyaluran Tepat Sasaran

Warga Terima Bantuan Beras Pemerintah, Kelurahan Alirintangae Kawal Penyaluran Tepat Sasaran

18 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026

Kita juga harus sadar bahwa setiap mahasiswa memiliki “frekuensi” yang berbeda dalam menyerap informasi. Ada yang cepat menangkap lewat visual, ada yang lebih suka mendengar cerita, dan ada yang baru paham setelah mempraktikkannya.

Oleh karena itu, variasi dalam penyampaian adalah keharusan. Sesekali saya menggunakan media kreatif, mengajak mereka turun ke lapangan, atau bahkan sekadar mengubah tata letak kursi agar suasana tidak monoton dan selalu terasa segar.

Teknologi seharusnya menjadi jembatan, bukan pengalih perhatian. Saya tidak ingin bersaing dengan ponsel pintar mereka, melainkan memanfaatkannya. Dengan mengintegrasikan platform interaktif ke dalam pengajaran, kita seolah-olah berbicara dalam bahasa yang sama dengan generasi mereka. Hal ini bukan tentang mengikuti tren semata, melainkan tentang adaptasi agar pesan yang ingin kita sampaikan tidak tergerus oleh zaman.

Memberikan apresiasi sekecil apa pun terhadap pendapat mahasiswa adalah investasi emosional yang luar biasa. Saat mereka merasa dihargai, mereka akan lebih terbuka untuk menerima masukan dan kritik. Sebuah anggukan atau pujian singkat terhadap argumen mereka bisa meningkatkan kepercayaan diri yang luar biasa. Mahasiswa yang percaya diri cenderung lebih aktif dan berani bereksplorasi dengan materi yang kita berikan.

Namun, yang paling penting dari semua metode adalah empati. Seorang dosen harus mampu membaca suasana hati kelasnya. Jika mereka terlihat lelah setelah jadwal yang padat, memaksakan materi berat hanya akan sia-sia.

Menjadi fleksibel tanpa kehilangan esensi adalah seni yang sulit namun perlu dikuasai. Terkadang, jeda lima menit untuk sekadar mengobrol ringan bisa mengembalikan fokus mereka jauh lebih efektif daripada ancaman nilai.

Saya selalu percaya bahwa hasil akhir dari mengajar bukan hanya sekadar nilai di atas kertas, melainkan perubahan pola pikir. Jika mahasiswa keluar dari kelas dengan membawa satu pertanyaan baru yang membuat mereka penasaran untuk mencari tahu lebih dalam, maka tugas saya hari itu sudah berhasil. Kita ingin menciptakan pembelajar sepanjang hayat, bukan sekadar penghafal definisi yang akan lupa setelah ujian berakhir.

Transparansi dalam memberikan umpan balik juga sangat krusial. Mahasiswa perlu tahu di mana posisi mereka dan bagaimana cara untuk berkembang, bukan sekadar diberi angka tanpa penjelasan.

Dengan memberikan masukan yang konstruktif dan solutif, kita menunjukkan bahwa kita peduli pada perkembangan mereka secara personal. Kepedulian inilah yang membangun rasa hormat yang tulus, bukan sekadar kepatuhan karena takut.

Pada akhirnya, mengajar adalah tentang meninggalkan jejak di hati dan pikiran. Dosen yang hebat bukan mereka yang paling banyak gelarnya, melainkan mereka yang paling mampu menyentuh sisi kemanusiaan mahasiswanya.

Ketika koneksi itu sudah terbangun, materi sesulit apa pun akan terasa seperti petualangan yang menyenangkan untuk dijalani bersama. Itulah esensi dari pendidikan yang membebaskan dan memberdayakan.

Post Views: 261
Tags: Berita OpiniBerita PendidikanBerita PersCoach AnwarFTK UINAMITMT IndonesiaProdi Manajemen STIMI YAPMIProdi MPI FTK UINAMSTIMI YAPMI Makassar
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Warga Terima Bantuan Beras Pemerintah, Kelurahan Alirintangae Kawal Penyaluran Tepat Sasaran
Berita Sosbud

Warga Terima Bantuan Beras Pemerintah, Kelurahan Alirintangae Kawal Penyaluran Tepat Sasaran

by Astriana
6 hari ago
0

BERITAPERS || MAROS, Jumat 18 September 2026 — Penyaluran bantuan pangan berupa beras dari pemerintah kepada masyarakat di Kelurahan Alirintangae berjalan dengan baik dan tertib. Kegiatan penyaluran bantuan...

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

6 hari ago
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

2 minggu ago
Load More

Related News

Wajah Baru Takalar di Perbatasan Gowa, Warga: Kini Lebih Tertata dan Membanggakan

Wajah Baru Takalar di Perbatasan Gowa, Warga: Kini Lebih Tertata dan Membanggakan

20 Januari 2026
Wakil Bupati Berau Imbau Masyarakat Tidak Panik dan Bijak Membeli BBM

Wakil Bupati Berau Imbau Masyarakat Tidak Panik dan Bijak Membeli BBM

1 September 2026
Kontingen Sidrap Tancap Gas di Gala Siswa Indonesia 2025 Tingkat Sulsel

Kontingen Sidrap Tancap Gas di Gala Siswa Indonesia 2025 Tingkat Sulsel

24 September 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?