BERITAPERS || Makassar, 29 Maret 2026 – Kabupaten Takalar kembali mengukuhkan eksistensinya di level provinsi dengan memboyong dua penghargaan bergengsi dalam kategori indikator makro pembangunan Sulawesi Selatan. Prestasi ini menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, kepada Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam acara silaturahmi bersama Forkopimda Sulsel yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Minggu (29/3/2026) malam.
Apresiasi atas Pemerataan dan Produktivitas
Pemerintah Kabupaten Takalar berhasil unggul dalam dua kategori krusial yang menjadi barometer kesejahteraan daerah, yaitu:
Tingkat Ketimpangan Pengeluaran (Gini Ratio): Keberhasilan menekan kesenjangan ekonomi di masyarakat.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): Keberhasilan dalam mendorong produktivitas tenaga kerja lokal.
Atas capaian tersebut, masing-masing kategori dianugerahi hadiah sebesar Rp75 juta, sehingga total dana apresiasi yang diterima Pemerintah Kabupaten Takalar mencapai Rp150 juta.
”Capaian ini adalah hasil kerja kolektif yang solid antara pemerintah dan masyarakat. Ini mencerminkan bahwa gerak pembangunan di daerah, khususnya di Takalar, berada pada jalur yang tepat,” ujar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya.
Komitmen untuk Pembangunan Merata
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran OPD serta masyarakat Takalar. Ia menilai penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
”Ini adalah motivasi besar bagi kami. Penghargaan ini bukan sekadar angka, tapi simbol dari kerja keras kita semua dalam menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Daeng Manye.
Beliau juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa depan.


















Discussion about this post