BeritaPers. Makassar || Dunia akademik hari ini sedang sekarat jika hanya melahirkan deretan sarjana kertas yang fasih menghafal teori, tetapi gagap saat berhadapan dengan kerasnya realitas ekonomi global. Membaca stagnasi tersebut, sebuah gebrakan ekstrem siap digulirkan di Kota Daeng. Bukan sekadar ruang diskusi teoritis yang menjemukan, sebuah panggung peradaban baru bertajuk Studium Generale siap dihamparkan pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga, Jl. Hertasning No. 50, Makassar.
Acara ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah inisiasi berani dari STIMI YAPMI Makassar yang berkolaborasi taktis dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar. Dua institusi besar ini sepakat meleburkan ego sektoral demi memantik api revolusi berpikir di kalangan mahasiswa. Mereka mencoba mendobrak batasan linieritas ilmu, mengawinkan ilmu manajemen bisnis yang taktis dengan kecakapan komunikasi global yang tanpa batas.
Mengusung tema yang membakar nalar, “Studium Generale: The Future Entrepreneur (Navigasi Manajemen Bisnis Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Sejak Kuliah)”, kegiatan ini menjadi manifesto keras bahwa masa kuliah adalah medan perang pembentukan karakter mandiri. Mahasiswa tidak lagi dipersiapkan untuk mengemis pekerjaan setelah wisuda, melainkan dipaksa untuk mampu menavigasi, mendirikan, dan mengendalikan kerajaan bisnis mereka sendiri sejak masih memegang kartu tanda mahasiswa.
Gedung Aula PT Penerbit Erlangga dipastikan akan sesak dan bergemuruh oleh kehadiran ratusan massa organik yang terdiri dari mahasiswa STIMI YAPMI Makassar dan mahasiswa PBI FTK UINAM. Pertemuan dua basis massa akademis yang berbeda latar belakang keilmuan ini diprediksi akan melahirkan sinergi intelektual yang eksplosif. Mereka dikumpulkan dalam satu ruangan bukan untuk mendengarkan dongeng pengantar tidur, melainkan untuk menerima suntikan modal mental dan strategi bertarung di dunia nyata.
Tidak berhenti pada tataran wacana, momentum bersejarah ini juga akan melegalkan sebuah ikatan strategis melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara STIMI YAPMI Makassar dan Prodi PBI FTK UINAM. Langkah hukum formal ini menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi ini didesain jangka panjang, meruntuhkan tembok pembatas antarkampus demi menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan bernilai guna tinggi bagi masyarakat luas.
Di balik panggung besar ini, sorot lampu utama akan tertuju pada satu sosok narasumber tunggal yang dikenal memiliki rekam jejak tanpa kompromi: Muh Anwar. HM. Beliau adalah anomali cadas di dunia akademik berdiri kokoh sebagai dosen Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTK UIN Alauddin Makassar, sekaligus dipercaya menakhodai posisi krusial sebagai Ketua Program Studi Manajemen STIMI YAPMI Makassar. Singgasana ganda ini menjadi bukti mutlak atas kapasitas intelektual dan manajerialnya yang berada di atas rata-rata.
Nama Muh Anwar. HM di jagat akademik fungsional regional bukanlah nama yang asing; ia adalah jaminan dari sebuah narasi yang menggelegar dan pemikiran yang mendobrak. Dikenal memiliki artikulasi vokal yang menggelegar dan tatapan visioner yang tajam, setiap untaian kalimat yang keluar dari lisannya ibarat martil yang siap menghancurkan mentalitas inferior dan zona nyaman mahasiswa. Beliau adalah singa podium yang memadukan kedalaman episteme Islam dengan kelihaian taktis manajemen modern; figur yang tidak sekadar mengajar, tetapi mengarsiteki masa depan.
Di atas podium kehormatan nanti, sang narasumber tidak akan menyuapi peserta dengan definisi-definisi usang dari buku teks. Muh Anwar. HM siap menguliti habis anatomi manajemen bisnis modern, membedah peta navigasi kemandirian ekonomi, serta menanamkan DNA inovasi radikal agar mahasiswa tidak tergilas oleh arus digitalisasi. Beliau akan membongkar rahasia bagaimana mematangkan eksekusi bisnis, mengelola risiko sejak dini, dan membangun ketahanan mental seorang siber-entrepreneur yang berdaya saing global.
Sebelum sang singa podium menyalak, suasana akan dipanaskan terlebih dahulu oleh kehadiran Keynote Speaker yang mumpuni, Asni Sriwanti Lika, S.Pd., M.Pd. Kehadirannya dipastikan akan memberikan perspektif segar, membuka cakrawala awal, dan meletakkan fondasi berpikir yang kokoh mengenai pentingnya integrasi kompetensi akademik dengan semangat kewirausahaan di era disrupsi saat ini.
Gema perlawanan terhadap kemiskinan mental ini akan dibuka dengan deretan sambutan dari para petinggi institusi yang memiliki komitmen serupa. Ketua STIMI YAPMI Makassar, Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M, dijadwalkan akan memberikan orasi sambutan yang menekankan pentingnya penguatan basis manajemen praktis bagi generasi muda. Beliau memandang bahwa ketahanan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh seberapa banyak anak mudanya yang berani mengambil jalur mandiri sebagai pengusaha.
Senada dengan itu, Dr. Sitti Nurpahmi, M.Pd selaku Ketua Program Studi PBI FTK UINAM juga akan berdiri menyampaikan pandangan strategisnya. Dari sudut pandang pendidikan bahasa, beliau akan menegaskan bahwa penguasaan bahasa internasional harus bertransformasi menjadi alat tawar dan negosiasi bisnis yang tangguh di kancah global, bukan sekadar pelengkap kurikulum yang mati di atas kertas.
Tak kalah penting, sambutan penutup yang melengkapi trisula kepemimpinan ini akan disampaikan oleh Bapak Syaiful Afdhal, S.E, selaku Supervisor Marketing PT Erlangga Makassar. Kehadiran beliau merepresentasikan dunia industri yang siap menyambut dan memfasilitasi lahirnya pemikiran-pemikiran segar dari rahim perguruan tinggi yang terlibat dalam agenda besar ini.
Satu hal yang membuat Studium Generale ini berdiri dengan fondasi yang kokoh adalah dukungan penuh dan totalitas yang ditunjukkan oleh raksasa literasi tanah air, PT Erlangga Makassar. Keterlibatan Erlangga bukan lagi sekadar bentuk tanggung jawab sosial perusahaan biasa, melainkan sebuah investasi peradaban yang nyata dalam menyediakan ruang fisik dan infrastruktur terbaik demi lahirnya generasi emas entrepreneur.
Merespons dukungan tanpa batas tersebut, Ketua STIMI YAPMI Makassar, Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M, menyampaikan apresiasi terdalamnya dengan nada penuh penegasan. “PT Erlangga Makassar telah menunjukkan kelasnya sebagai mitra strategis pendidikan yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya mencetak buku, tetapi ikut mencetak sejarah dengan menyediakan ruang bagi anak-anak muda ini untuk berani bermimpi dan bertindak besar,” ujarnya dengan raut wajah optimis.
Apresiasi senada diledakkan oleh Dr. Sitti Nurpahmi, M.Pd, yang melihat bahwa fasilitas dari Erlangga ini menjadi katalisator penting bagi suksesnya acara. “Ketika korporasi besar seperti PT Erlangga mengambil peran aktif dalam mendukung kolaborasi lintas kampus ini, maka akselerasi pemikiran mahasiswa ke arah kemandirian bisnis akan berjalan berlipat-lipat lebih cepat,” tegas Kaprodi PBI FTK UINAM tersebut.
Sang narasumber utama, Muh Anwar. HM, dengan gaya bicaranya yang lugas dan penuh energi, turut memberikan tanggapan yang membakar semangat terkait dukungan korporasi ini. “Aula Erlangga pada hari Sabtu nanti tidak akan menjadi saksi keheningan, melainkan saksi bisu runtuhnya mentalitas medioker. Dukungan penuh dari Erlangga adalah bahan bakar utama yang membuat mesin revolusi kewirausahaan mahasiswa ini siap melesat tanpa rem!” pekiknya retoris.
Dengan seluruh ornamen yang telah dipersiapkan secara matang, mulai dari kesepakatan hukum MoA, kehadiran para doktor visioner, dukungan korporasi raksasa, hingga pemateri tunggal yang siap mengguncang nalar, Studium Generale ini dipastikan menjadi episentrum baru pergerakan mahasiswa di Makassar.
Sabtu, 6 Juni 2026, akan menjadi penanda garis demarkasi yang jelas: apakah mahasiswa yang hadir akan tetap memilih menjadi penonton pasif di tengah arus zaman, atau memilih pulang sebagai calon-calon penguasa ekonomi masa depan yang mandiri, inovatif, dan berdaya sejak dini. Pilihan ada di tangan mereka, dan sejarah akan mencatatnya di Aula Erlangga Makassar.






















Discussion about this post