Parepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Posko Kelurahan Ujung Bulu menggelar pelatihan pembuatan bakso berbahan dasar ikan teri sebagai upaya mendukung pencegahan stunting. Kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Ujung Bulu, Kota Parepare, Kamis (9/7/2026) pukul 16.30 WITA.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didampingi dosen pembimbing KKN. Fokus kegiatan adalah mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan pangan lokal bergizi menjadi menu yang menarik dan bernilai gizi tinggi.
Sebanyak 41 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri atas kader Posyandu, ketua RT/RW, serta warga Kelurahan Ujung Bulu. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengolahan ikan teri menjadi bakso yang dapat menjadi alternatif sumber protein bagi balita, ibu hamil, dan keluarga.
Kegiatan dihadiri Kepala Kelurahan Ujung Bulu Hasrah, S.H., Ketua LPMK Kelurahan Ujung Bulu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dosen pendamping KKN Unhas Gelombang 116 drg. Nursyamsi, M.Kes., para ketua RT/RW, serta kader Posyandu. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Pelatihan dipandu oleh Alya Zahrani Syarif, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin. Ia menjelaskan setiap tahapan pembuatan bakso ikan teri, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian agar tetap menarik tanpa mengurangi kandungan gizinya.
Dalam kegiatan itu, Kepala Kelurahan Ujung Bulu Hasrah juga ikut mendampingi proses demonstrasi pembuatan bakso bersama mahasiswa KKN. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap edukasi gizi dan pemberdayaan masyarakat.
Pemilihan ikan teri sebagai bahan utama dinilai tepat karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh masyarakat pesisir. Selain kaya protein, ikan teri juga mengandung kalsium dan berbagai zat gizi yang penting untuk mendukung pertumbuhan anak.
Melalui inovasi olahan bakso ikan teri, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat menyajikan menu bergizi yang lebih disukai anak-anak sekaligus meningkatkan pemanfaatan komoditas pangan lokal.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan, penyimpanan produk, hingga penerapan menu tersebut dalam konsumsi sehari-hari.
Mahasiswa KKN bersama dosen pendamping berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan pangan lokal bergizi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Kelurahan Ujung Bulu.





















Discussion about this post