BERITAPERS || PAREPARE – Senin, 13 Juli 2026. Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie Parepare kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui pelaksanaan apel pagi yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah sakit tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare, Ilham Willem, S.KM., M.Kes., serta diikuti oleh jajaran pejabat struktural, tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga seluruh pegawai rumah sakit.
Apel pagi menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, serta membangun semangat kebersamaan di antara seluruh insan rumah sakit. Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai kembali diingatkan akan pentingnya menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Rangkaian apel kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM sebagai bentuk keseriusan seluruh jajaran RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Penandatanganan komitmen tersebut disaksikan langsung oleh Pengawas RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare, Andi Mustafa Mappangara, S.E., sebagai wujud dukungan dan penguatan pengawasan terhadap implementasi reformasi birokrasi di lingkungan rumah sakit.
Dalam arahannya, Wakil Direktur Ilham Willem, S.KM., M.Kes. menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan budaya kerja yang nyata di seluruh lini pelayanan.
“Apel pagi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, komunikasi, dan semangat melayani. Komitmen menuju WBK dan WBBM harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pelayanan yang profesional, berintegritas, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Seluruh pegawai memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap rumah sakit ini,” ujar Ilham Willem.
Sementara itu, Direktur RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare, dr. Andi Cenrara, M.Kes., MARS., FISQua, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat bergantung pada komitmen seluruh sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
“Zona Integritas bukan hanya tentang meraih predikat WBK atau WBBM, tetapi bagaimana kita membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap pelayanan. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan memberikan pelayanan kesehatan yang humanis, berkualitas, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan hati, memperkuat kolaborasi, serta menjadikan integritas sebagai nilai utama dalam setiap pengabdian kepada masyarakat,” tegas dr. Andi Cenrara.
Ia menambahkan, pembangunan Zona Integritas merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam mendukung reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola rumah sakit yang modern, transparan, dan berdaya saing.
Melalui penandatanganan komitmen bersama yang turut disaksikan oleh Pengawas RS, seluruh jajaran RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare optimistis mampu memperkuat budaya kerja yang adaptif dan kolaboratif, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, bersih, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (MLP)










