BERITAPERS || PADAKKALAWA, PINRANG – Kamis, 30 Juli 2026. Pemerintah Desa Padakkalawa, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, menghadirkan inovasi baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Haedar Ahmad, seluruh proses mediasi, penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, serta kegiatan musyawarah desa kini dilaksanakan di masjid yang berada di masing-masing dusun.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa Padakkalawa untuk menghadirkan ruang dialog yang lebih kondusif, damai, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Dengan memanfaatkan masjid sebagai tempat bermusyawarah, masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan kekeluargaan, saling menghormati, dan mengedepankan semangat persatuan.
Kepala Desa Padakkalawa, Haedar Ahmad, mengatakan bahwa langkah tersebut bukan sekadar perubahan lokasi pelaksanaan musyawarah, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar membangun budaya penyelesaian masalah yang lebih humanis serta memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Kami ingin menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemersatu masyarakat. Setiap persoalan yang muncul hendaknya diselesaikan melalui musyawarah yang mengedepankan nilai-nilai Islam, kekeluargaan, dan saling menghargai. Dengan suasana yang lebih tenang dan penuh keberkahan, kami berharap setiap keputusan dapat diterima dengan lapang dada oleh semua pihak,” ujar Haedar Ahmad.
Menurutnya, selama ini berbagai persoalan sosial di masyarakat lebih mudah diselesaikan apabila seluruh pihak duduk bersama dalam suasana yang sejuk dan penuh rasa persaudaraan. Karena itu, pemerintah desa berkomitmen menjadikan masjid sebagai ruang dialog yang mampu memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga keharmonisan desa.
Selain menjadi tempat penyelesaian persoalan masyarakat, masjid juga diharapkan semakin hidup dengan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan yang bernilai positif. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Desa Padakkalawa dalam membangun desa yang religius, maju, mandiri, dan harmonis.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Desa Padakkalawa berharap budaya musyawarah dapat semakin mengakar di tengah masyarakat. Setiap perbedaan pendapat maupun persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog yang santun, mengutamakan mufakat, serta menjunjung tinggi kearifan lokal.
Hedar Ahmad menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kuatnya persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat persaudaraan dan menjadikan musyawarah sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan. Insyaallah, jika kebersamaan terus terpelihara, Desa Padakkalawa akan semakin maju, mandiri, dan penuh keberkahan,” tutupnya.
Terobosan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat karena dinilai mampu mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus menjadi wadah yang efektif dalam menciptakan penyelesaian persoalan secara damai, adil, dan bermartabat. Dengan semangat tersebut, Pemerintah Desa Padakkalawa optimistis dapat terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, rukun, dan harmonis. (MLP)






















Discussion about this post