BERITAPERS || MAROS — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros melalui Bidang Sarana dan Prasarana melakukan monitoring kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) Non Rawa di Dusun Matana, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Rabu (21/10/2026).
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan pembangunan sumur bor bagi kelompok tani penerima manfaat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Adapun kelompok tani penerima manfaat program OPLAH tersebut adalah Kelompok Tani Matana II. Pembangunan sumur bor yang menjadi bagian dari kegiatan optimasi lahan itu dilaporkan telah rampung 100 persen.
Sumur bor tersebut menggunakan pompa celup dengan sistem tenaga listrik berdaya 3.000 watt. Sumber air diperoleh dari kedalaman sumur sekitar 45 meter.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan, khususnya dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil monitoring, sumur bor itu diperkirakan mampu mengairi lahan sawah seluas lebih dari 10 hektare.
Pembangunan sumur bor melalui program OPLAH Non Rawa ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Kecamatan Marusu.
Dengan dukungan ketersediaan air yang lebih memadai, petani diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200.
Peningkatan IP tersebut memungkinkan lahan sawah ditanami lebih sering dalam satu tahun, dari satu kali menjadi dua kali tanam, apabila kondisi teknis, ketersediaan air, dan pola tanam mendukung.
Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus membantu petani mengoptimalkan pemanfaatan lahan persawahan.
Melalui monitoring yang dilakukan Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani penerima program.
Penyediaan sumber air melalui sumur bor menjadi salah satu upaya mendukung pengelolaan lahan yang lebih optimal, meningkatkan intensitas tanam, serta memperkuat produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Maros.
(Syamsir)










