Beritapers.com- Makassar- Bencana air bah secara tiba-tiba mengguncang kawasan Sungai Kalimborang di Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada Minggu siang (29/3/2026). Peristiwa ini menyeret dua orang wisatawan yang tengah beraktivitas di sungai tersebut hingga dinyatakan hilang.
Kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WITA saat kedua korban, yang diketahui bernama Fajrin dan Ica, sedang berenang. Tanpa peringatan, debit air meningkat tajam akibat kiriman air dari hulu.
Arus yang mendadak deras membuat keduanya tidak sempat menyelamatkan diri ke tepi sungai dan langsung terseret.
Seorang saksi di lokasi, Muh. Yusuf, segera melaporkan insiden tersebut kepada aparat Desa Bonto Manurung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Arif Anwar, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa korban bukan bagian dari rombongan wisata yang ada di lokasi, sehingga identitas lengkap keduanya masih terus didalami oleh pihak kepolisian setempat.
Menanggapi laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar langsung mengerahkan tim penyelamat ke lokasi.
“Tim difokuskan untuk melakukan koordinasi serta penyisiran awal, terutama di bagian hilir sungai yang diduga menjadi jalur terbawa arus,”ujarnya.
Sementara itu, warga bersama aparat Polsek Tompobulu telah lebih dahulu melakukan pencarian secara manual di sepanjang bantaran sungai. Namun, derasnya arus serta kondisi medan yang cukup sulit menjadi kendala utama, sehingga hingga sore hari hasil pencarian belum membuahkan hasil.
Operasi SAR masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur gabungan. Tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung seperti perahu karet, pelampung, tali penyelamat, serta perangkat komunikasi untuk memaksimalkan proses pencarian.
Hingga saat ini, kedua korban masih belum ditemukan. Tim SAR akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan personel di lapangan.
Lanjut Arif Anwar. Masyarakat pun diimbau agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu datangnya air bah secara tiba-tiba.
(Irsan).






















Discussion about this post