Beritapers.com.Makassar- Sebuah terobosan signifikan dilakukan oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan ‘Aisyiyah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Makassar. Hari ini, Minggu (6/7/2025), mereka menggelar pelatihan guru mengaji ‘Aisyiyah 2025 dengan mengusung tema ambisius: “Al-Quran sebagai Sumber Hukum dalam Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional.”
Kegiatan perdana dan bersejarah ini berlangsung khidmat di Hotel Almadera Makassar, diikuti oleh 114 peserta yang sangat antusias. Mereka adalah representasi lengkap dari ‘Aisyiyah, mulai dari jajaran Pimpinan ‘Aisyiyah, Cabang ‘Aisyiyah, Ranting ‘Aisyiyah, hingga masyarakat umum yang memiliki dedikasi terhadap pengajaran Al-Quran.
Pelatihan ini dirancang untuk tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga meningkatkan profesionalisme para guru mengaji. Sejumlah narasumber terkemuka dihadirkan untuk membekali peserta dengan materi yang komprehensif:
1. Hj. Elly Rosdah, M.A. membawakan materi krusial tentang “Adab dan Akhlak Seorang Guru Mengaji ‘Aisyiyah”, menekankan pentingnya integritas moral dan etika dalam menyampaikan ajaran suci.
2. Zainal Abidin, SH., M.H, C.ITQ, C.MT. mengupas tuntas “Menjadi Guru Mengaji ‘Aisyiyah yang Profesional”, memberikan panduan praktis tentang standar kompetensi dan etos kerja seorang pengajar Al-Quran di era modern.
3. H. Kasman, S.Pd., M.Pd. memperkenalkan “Metode As Shafa”, sebuah pendekatan inovatif dalam pengajaran Al-Quran yang diharapkan mempermudah proses belajar.
4. Andi Junaede, S.Pd., M.Pd. berbagi ilmu tentang “Metode Qira’ah”, mengupas berbagai teknik membaca Al-Quran dengan tartil dan benar.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Makassar, Dra. Hj. Suryana Yusuf, mengungkapkan harapannya yang besar terhadap kegiatan ini. “Semoga dengan adanya pelatihan ini, para guru mengaji bisa lebih bersemangat dan lebih profesional lagi untuk bisa mengajar mengaji,” ujarnya.
Hj. Suryana juga menggarisbawahi bahwa sebagian besar peserta yang hadir sudah aktif sebagai guru mengaji, namun pelatihan ini diharapkan dapat mengasah kemampuan mereka agar menjadi lebih profesional dan memiliki standar yang seragam.
Integrasi tema ketahanan pangan berbasis desa qaryah thayyibah menunjukkan visi ‘Aisyiyah yang holistik. Pengajaran Al-Quran tidak hanya berhenti pada aspek spiritual, tetapi juga diharapkan mampu menjadi landasan moral dan etika bagi pembangunan masyarakat yang berdaulat pangan dan memiliki ketahanan nasional yang kuat. Ini sejalan dengan semangat ‘Aisyiyah dalam membangun peradaban dari level terkecil, yaitu keluarga dan komunitas desa/lurah, jelasnya.
Laporan: Rafi.










