• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Amanah Ekologis Yang Dikhianati

Kemal Situru by Kemal Situru
8 Desember 2025
in Berita Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Amanah Ekologis Yang Dikhianati
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Narasi : Arfiudin S. Hut

BERITAPERS || Ada satu amanah yang diwariskan bumi kepada manusia sejak pertama hutan tumbuh dan air mengalir di muka tanah: amanah untuk menjaga keseimbangan hidup. Ia bukan sekadar pesan moral, bukan pula jargon pembangunan berkelanjutan. Amanah ekologis adalah perintah alam yang tak dapat dinegosiasikan. Ia hadir dalam desir angin di pucuk pohon, dalam aliran sungai yang tenang, dalam jejak satwa yang melintas di malam hening. Tapi, dalam beberapa dekade terakhir, amanah itu justru dikhianati di hadapan kita sendiri.

Pengkhianatan ini bukan terjadi tiba-tiba. Ia tumbuh, perlahan, persis seperti akar semak yang merambat di sela-sela pohon yang melemah. Dimulai dari izin yang dikeluarkan tanpa teliti, pengawasan yang dipreteli, hingga hukum yang dibuat lemah oleh kompromi kepentingan. Ketika hutan dijadikan angka, bukan ekosistem; ketika sungai dipandang sebagai saluran, bukan sebagai nadi kehidupan; ketika pesisir dijadikan objek, bukan pelindung maka saat itulah manusia mulai memunggungi amanah ekologisnya.

Di berbagai kawasan hutan negara, kita menyaksikan realitas pahit itu. Pohon-pohon besar tumbang bukan karena angin atau usia, tetapi karena keserakahan yang disusun rapi. Jalur tikus pembalakan ilegal dibiarkan hidup subur. Perambahan tumbuh seperti lingkar api, menggerogoti batas kawasan yang sudah ditetapkan dengan susah payah. Bahkan kawasan konservasi yang seharusnya menjadi benteng terakhir tak luput dari tekanan. Di banyak tempat, suara burung mulai jarang terdengar bukan karena musim berubah, tetapi karena ruang hidup mereka hilang.

Sementara itu, aparat dan kebijakan yang seharusnya menjaga hutan sering kali terjebak dalam dilema: antara tugas mulia dan tekanan sosial-ekonomi yang menggerus idealisme. Ada petugas lapangan yang bekerja dengan sepatu lusuh dan tenaga yang nyaris habis, namun menghadapi pelaku yang dibekingi oleh jaringan kepentingan yang jauh lebih kuat. Ada pula masyarakat yang ditarik ke jurang kemiskinan, lalu didorong mengambil pilihan yang merusak hutan karena tak melihat ada jalan lain. Dalam semua lapisan itu, pengkhianatan terhadap amanah ekologis tidak hanya dilakukan oleh individu, tetapi oleh sistem.

Di hilir, sungai-sungai yang semestinya jernih berubah menjadi penampung limbah. Pesisir yang dulu menenangkan kini rapuh dihantam abrasi karena mangrove ditebang tanpa rasa bersalah. Laut kehilangan kejernihan dan warnanya, diganti lumpur dan sampah. Gunung-gunung kehilangan kekokohan karena tambang menggerogoti perutnya tanpa perhitungan risiko jangka panjang. Semua ini bukan fenomena alam, tetapi jejak tangan manusia yang lupa bahwa ia bukan penguasa bumi melainkan bagian dari ekosistemnya.

Krisis iklim global memperparah semuanya. Hujan ekstrem, kekeringan, banjir bandang, kebakaran hebat semua adalah alarm yang semakin keras. Namun, anehnya, sebagian kita masih bergerak seolah-olah bumi punya cadangan kesabaran yang tak terbatas. Padahal setiap hektare hutan yang hilang adalah detik yang terebut dari masa depan. Setiap satwa yang punah adalah lembar pengetahuan alam yang hilang selamanya.

Amanah ekologis yang dikhianati ini seharusnya memanggil kesadaran baru. Kita tidak membutuhkan slogan lagi; yang kita perlukan adalah keberanian keberanian untuk menjaga hutan dari tekanan kepentingan, keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan keberanian mengakui kesalahan lalu memperbaikinya. Negara harus hadir sebagai garda yang jujur, bukan sekadar regulator. Masyarakat harus diberdayakan agar tidak menjadi korban dari lingkaran ketidakadilan ekologis. Dan para penjaga hutan mereka yang berdiri di baris terdepan harus diberikan kekuatan, perlindungan, dan penghormatan yang layak.

Pada akhirnya, amanah ekologis adalah janji yang harus ditebus dengan tindakan, bukan kata-kata. Ketika alam memberi ruang hidup, manusia wajib menjaga keseimbangannya. Bila amanah itu terus dikhianati, maka bukan hanya hutan yang akan hilang melainkan masa depan kita sendiri.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026
Post Views: 79
Tags: Amanah Ekologis Yang DikhianatiBerita OpiniBeritapers
Kemal Situru

Kemal Situru

Kemal Situru adalah tokoh yang terkait dengan dunia pendidikan dan jurnalistik, sering terlibat dalam acara pelatihan dan pengembangan keahlian jurnalistik untuk mahasiswa, menunjukkan peran aktifnya dalam meningkatkan literasi media dan kemampuan publikasi di kalangan umum dan akademisi. Dan juga figur yang mendorong kegiatan literasi serta publikasi di lingkungan kampus.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Pengamanan Terpadu Warnai Kedatangan KM Bukit Siguntang di Pelabuhan Nusantara Parepare

Pengamanan Terpadu Warnai Kedatangan KM Bukit Siguntang di Pelabuhan Nusantara Parepare

15 Mei 2026
BPS Adakan Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cinta Statistik 2026 di Lanrisang Perkuat Tata Kelola Data Desa

BPS Adakan Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cinta Statistik 2026 di Lanrisang Perkuat Tata Kelola Data Desa

22 April 2026
Keluarga Besar Beritapers.com Agendakan Halal Bihalal di Makassar Hari Ini

Keluarga Besar Beritapers.com Agendakan Halal Bihalal di Makassar Hari Ini

27 Maret 2026

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?