BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pinrang pada Senin (19/01/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA tersebut mengakibatkan kerusakan pada rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, termasuk tenda-tenda kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Kabupaten Pinrang yang dipusatkan di Desa Barangpalie, Kecamatan Lanrisang.
Terjangan angin kencang menyebabkan beberapa tenda kafilah roboh dan porak-poranda. Meski demikian, Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang memastikan bahwa kejadian tersebut tidak mengganggu jalannya rangkaian kegiatan MTQ yang sedang berlangsung sebagai bagian dari syiar Islam di daerah tersebut.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Pinrang, Rusli Rasyid, menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tetap berjalan sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Barangpalie.
“Bencana angin kencang yang terjadi dini hari tadi tidak mengganggu pelaksanaan MTQ. Seluruh kegiatan tetap berjalan seperti biasa dan sesuai jadwal,” ujar Rusli Rasyid kepada awak media, Senin siang.
Rusli menjelaskan, saat kejadian berlangsung tidak ada aktivitas di arena MTQ karena seluruh rangkaian kegiatan telah selesai pada malam sebelumnya. Dengan demikian, tidak terdapat massa atau peserta yang berada di lokasi saat angin kencang melanda.
“Alhamdulillah, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kami telah melakukan konfirmasi kepada seluruh kafilah dari masing-masing kecamatan, dan kondisi peserta dilaporkan dalam keadaan aman, sehat, dan baik-baik saja,” tambahnya.
Selain merusak fasilitas MTQ, angin kencang juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di beberapa wilayah lainnya. Beberapa titik terdampak di antaranya berada di Ammani Utara, Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Mattiro Sompe, serta sejumlah rumah warga di Desa Barangpalie, Kecamatan Lanrisang.
Hingga saat ini, pihak pemerintah desa bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. Data ini nantinya akan menjadi dasar untuk langkah penanganan dan bantuan bagi warga terdampak.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga diminta untuk mengamankan barang-barang berharga, memperhatikan kondisi bangunan rumah, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi dampak bencana di lingkungannya.
Dengan adanya langkah cepat dan koordinasi lintas sektor, Pemda Pinrang berharap seluruh kegiatan MTQ tetap berjalan lancar serta penanganan dampak cuaca ekstrem dapat dilakukan secara optimal demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Mlp)










