Penulis: Andi Rante
BERITAPERS, Nasional – Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, Jumat 15 Agustus 2025, menegaskan ambisi besar: membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8 persen pada 2029. Angka ini bukan sekadar target makro, melainkan simbol kedaulatan ekonomi, pemerataan, dan kemakmuran rakyat sesuai amanat UUD 1945.
Langkah awal dituangkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen atau lebih. Target ini menjadi jembatan transisi dari pemulihan pascapandemi menuju lompatan besar di akhir periode pemerintahan.
Pijakan Asta Cita
Program Asta Cita menjadi landasan pembangunan lima tahun ke depan. Fokusnya meliputi kedaulatan pangan, energi, hilirisasi industri, penguatan pertahanan, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas SDM. RAPBN 2026 mendukung visi tersebut dengan alokasi anggaran untuk pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, makan bergizi gratis, ketahanan energi, dan penguatan koperasi desa.
Angka dan Fakta RAPBN 2026
RAPBN 2026 mencatat pendapatan negara Rp3.147,7 triliun dan belanja Rp3.786,5 triliun. Defisitnya Rp638,8 triliun atau 2,48 persen dari PDB. Pemerintah menetapkan asumsi inflasi 2,5 persen, nilai tukar Rp16.500 per dolar AS, dan pertumbuhan investasi 5,2 persen.
Kebijakan ini diharapkan menurunkan pengangguran terbuka menjadi 4,44–4,96 persen, menekan angka kemiskinan ke 6,5–7,5 persen, serta memperkecil gini ratio ke kisaran 0,377–0,380. Dengan pertumbuhan 5,4 persen, sekitar 5,3 juta lapangan kerja baru berpotensi tercipta.






















Discussion about this post