Penelitian dari National Institutes of Health bahkan telah membuktikan hal ini secara ilmiah. Mereka menemukan bahwa istirahat di sela-sela belajar itu seperti ‘memampatkan’ dan ‘mengonsolidasikan’ ingatan kita. Jadi, bukannya melewatkan waktu, istirahat justru membantu otak kita bekerja lebih efisien. Ia merapikan semua informasi yang baru masuk, menyusunnya dengan rapi di dalam laci-laci ingatan, sehingga lebih mudah untuk diakses nanti.
Bayangkan, istirahat adalah jeda iklan di tengah film. Kita tidak akan bisa menikmati film dengan maksimal jika tidak ada jeda, kan? Istirahat itu juga seperti itu. Ia memberikan kita waktu untuk bernapas, meregangkan tubuh, dan membiarkan otak kita mengolah semua informasi yang baru saja diterima. Dengan begitu, saat kita kembali belajar, otak kita sudah kembali segar dan siap menerima informasi baru.
Selain istirahat singkat di sela-sela belajar, tidur yang cukup juga sangat krusial. Tidur adalah waktu terbaik bagi otak untuk ‘membersihkan diri’ dan memindahkan informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Tanpa tidur yang cukup, semua informasi yang kita serap akan menguap begitu saja, seperti pasir yang terhempas ombak.
Jadi, mulai sekarang, jangan lagi merasa bersalah saat mengambil jeda. Beri diri kita waktu untuk istirahat, untuk tidur, dan untuk mengisi ulang energi. Otak kita bukanlah robot yang bisa dipaksa bekerja non-stop. Ia adalah aset paling berharga yang kita miliki, dan ia layak mendapatkan perlakuan yang baik. Percayalah, dengan beristirahat, kita tidak akan kalah, justru kita akan melaju lebih jauh.
Penulis : Dr. Muh Anwar. HM
Dosen FTK UINAM
Mind Technology Trainer of ITMT Indonesia
Master NLP, Hypnoteaching & Hypnoterapist





















