BERITAPERS || Suppa, Pinrang — Ajang internasional Adventure Culture 2025 yang digelar di Pantai Lowita, Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Minggu malam (23/11/2025), kembali mencuri perhatian dunia. Sejumlah negara peserta menyampaikan kekaguman atas penyelenggaraan event budaya tersebut yang dinilai meriah, terorganisir, dan sarat nilai kebudayaan.
Salah satu penari delegasi dari Malaysia Muhammad Sabbin Zan Alfariza yang sudah tampil pada menyampaikan rasa bangga serta apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyebut bahwa Adventure Culture 2025 memberikan pengalaman yang bermakna, bukan hanya sebagai ajang unjuk kreativitas budaya, tetapi juga ruang memperkuat hubungan antarbangsa.
“Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari event luar biasa ini. Penampilan budaya di Pinrang sangat memukau dan penuh kehangatan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya. Kami juga berharap ke depan ada program pertukaran budaya antara Pinrang dan Malaysia agar hubungan persahabatan dan kebudayaan kedua daerah semakin erat,” ujarnya kepada wartawan Beritapers.com.
Event yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Lowita tersebut menghadirkan delegasi dari tiga negara, yaitu Malaysia, Rusia, dan India. Mereka menampilkan beragam kesenian, mulai dari tarian tradisional hingga pertunjukan musik yang mencerminkan identitas budaya masing-masing negara. Kolaborasi budaya ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan seni dan kearifan lokal masyarakat Pinrang ke tingkat internasional.
Kepala Desa Wiring Tasi, Andi Abbas, SH, yang turut hadir pada kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas suksesnya acara serta respons positif dari peserta luar negeri.
“Adventure Culture bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wadah mempererat persahabatan global melalui nilai budaya. Kehadiran delegasi luar negeri dan apresiasi yang mereka sampaikan merupakan kebanggaan bagi masyarakat Pinrang,” ujarnya.
Menanggapi permintaan delegasi Malaysia mengenai potensi pertukaran budaya, Andi Abbas mengatakan hal tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah serta penyelenggara untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, kerja sama internasional di bidang kebudayaan akan membuka peluang lebih luas bagi sektor lainnya.
“Ini tentu sebuah peluang yang sangat baik. Jika nantinya terjalin kerja sama yang konkret, maka bukan hanya sektor budaya yang berkembang, tetapi juga pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya kepada wartawan Beritapers.com.
Dengan terselenggaranya event berskala internasional ini, Kabupaten Pinrang semakin percaya diri melanjutkan agenda kebudayaan sebagai instrumen diplomasi daerah. Respon positif dari peserta luar negeri, termasuk Malaysia, mempertegas bahwa Adventure Culture memiliki dampak strategis dalam mempromosikan Pinrang di mata dunia.
Kegiatan Adventure Culture 2025 ditutup dengan harapan besar agar perhelatan yang mengedepankan persahabatan, toleransi, dan keragaman budaya ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mengangkat nama Pinrang sebagai pintu gerbang budaya internasional. (Mlp)










