Beritapers.com.Gowa — Insiden mencekam terjadi di kawasan tambang galian C di aliran Sungai Jeneberang, tepatnya di Kampung Bontojai, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu sore (20/05/2026). Dua unit dump truck dilaporkan hanyut terseret derasnya arus sungai saat aktivitas penambangan pasir tengah berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika sejumlah armada truk sedang melakukan proses pemuatan material pasir di bantaran sungai. Diduga, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu memicu peningkatan debit air secara drastis hingga menyebabkan banjir bandang kiriman.
Air Bah Datang Mendadak
Menurut keterangan warga dan pekerja tambang di lokasi, kondisi sungai sebelumnya terlihat normal. Beberapa dump truck tampak mengantre untuk memuat pasir seperti biasa. Namun, tanpa tanda-tanda hujan di lokasi tambang, arus Sungai Jeneberang mendadak membesar dan berubah sangat deras.
“Air datang tiba-tiba dari arah hulu. Dalam waktu singkat arus langsung membesar dan sangat deras. Para sopir langsung berlarian menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi,” ujar seorang warga setempat.
Dua unit dump truck yang berada terlalu dekat dengan aliran utama sungai tidak sempat dipindahkan. Kuatnya arus air membuat kendaraan berat tersebut kehilangan keseimbangan, lalu terseret arus sungai yang keruh dan berbatu.
Tidak Ada Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Para sopir dan pekerja tambang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum arus menghantam area penambangan.
Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kedua kendaraan diduga mengalami kerusakan berat akibat terbawa arus deras dan menghantam bebatuan di sepanjang aliran sungai.
Petugas bersama relawan kebencanaan masih melakukan pemantauan di sekitar aliran Sungai Jeneberang untuk mencari keberadaan dua unit truk tersebut. Proses evakuasi rencananya akan dilakukan setelah kondisi debit air dinilai aman.
Sungai Jeneberang diketahui memiliki karakteristik arus yang cepat berubah, terutama saat terjadi hujan deras di kawasan hulu seperti wilayah Bili-Bili dan sekitarnya. Kondisi ini kerap memicu banjir bandang kiriman yang datang secara tiba-tiba.
Pihak kepolisian dan pemerintah setempat mengimbau seluruh pengelola tambang, operator alat berat, serta sopir truk agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.
Beberapa langkah antisipasi yang disarankan antara lain:
Memantau perubahan debit dan warna air sungai secara berkala.
Tidak memarkir kendaraan terlalu dekat dengan jalur utama arus sungai.
Meningkatkan koordinasi dengan pemantau wilayah hulu untuk memperoleh informasi dini terkait kenaikan debit air.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko aktivitas penambangan di daerah aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.






















Discussion about this post