BeritaPers. Opini || Dua puluh hari telah berlalu, dan kelelahan fisik mulai mencapai puncaknya. Di titik ini, kita biasanya sudah kehabisan energi untuk bersandiwara menjadi orang baik. Kita mulai mudah terpancing emosi hanya karena hal sepele, mulai berani berbohong untuk menghindari tanggung jawab, dan mulai menunjukkan sifat asli kita yang mungkin selama ini tertutup oleh perut yang kenyang. Hari ke-20 adalah momen “kejujuran” bagi setiap individu yang berpuasa.
Ini disebut sebagai ego depletion; kondisi di mana kontrol diri kita melemah karena energi mental kita sudah terkuras habis. Inilah saatnya kita melihat siapa diri kita sebenarnya tanpa topeng sosial. Ramadhan tidak menciptakan kemarahan dalam dirimu; ia hanya menyingkap kemarahan yang memang sudah ada di sana. Jika kamu menjadi orang yang menyebalkan saat lapar, itu berarti itulah level kedewasaanmu yang sesungguhnya.
Selama dua puluh hari ini, apa yang sebenarnya kamu latih? Jika yang terlatih hanya kemampuan menahan haus, maka kamu hanyalah unta yang sedang bepergian di padang pasir. Pendidikan karakter sejati diuji saat kita berada di titik terendah, saat kita lelah, dan saat kita merasa ingin menyerah. Jika di saat-saat seperti ini kamu masih bisa tetap bersikap manis dan peduli pada orang lain, barulah kamu bisa disebut telah berhasil dalam sekolah Ramadhan.
Kita seringkali menyalahkan keadaan saat kita melakukan kesalahan di hari-hari tua puasa. “Wajarlah marah, kan lagi puasa.” Ini adalah pembenaran yang sangat berbahaya. Puasa justru seharusnya menjadi perisai, bukan alasan untuk menyerang. Kita sedang mendidik diri sendiri untuk menjadi manusia yang tangguh, bukan manusia yang manja dan minta dimaklumi terus-menerus hanya karena sedang menjalankan kewajiban agama.
Gunakan sepuluh hari terakhir nanti bukan untuk pamer ketahanan, tapi untuk memperbaiki retakan-retakan karakter yang baru saja terungkap di hari ke-20 ini. Terimalah kenyataan bahwa kamu masih jauh dari sempurna. Pengakuan akan kelemahan diri adalah awal dari perubahan yang tulus. Jangan sampai kamu mengakhiri bulan ini dengan perasaan menang, padahal di mata orang sekitarmu, kamu baru saja menunjukkan betapa buruknya perangaimu saat sedang diuji sedikit saja.






















Discussion about this post