BERITAPERS || Parepare – Senin, 2 Maret 2026. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa setiap malam di Masjid Syekh Abdillah Mandar, Jalan P. Midding, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Selama bulan suci Ramadhan. Usai pelaksanaan shalat Isya dan tarawih, jamaah tidak langsung bergegas pulang, melainkan tetap tinggal untuk melanjutkan tradisi sederhana namun penuh makna: makan kue bersama.
Tradisi ini telah menjadi bagian dari semarak Ramadhan di lingkungan masjid tersebut. Setiap hari, warga yang datang untuk berbuka puasa membawa aneka kue dan hidangan ringan dari rumah masing-masing. Beragam jenis kue tradisional hingga modern tersaji untuk buka bersama yang telah disiapkan pengurus masjid, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Menariknya, tidak seluruh kue yang dibawa langsung dihabiskan saat berbuka. Sebagian sengaja disisihkan dan disimpan untuk dinikmati bersama setelah shalat tarawih. Kebiasaan ini dilakukan agar momen kebersamaan tetap terjaga hingga rangkaian ibadah malam selesai dilaksanakan.
Pengurus masjid yang juga Imam Tarawih, Ustadz Syarifuddin Latif (Punding), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, setiap malam kita selalu menyisihkan sebagian kue yang dibawa warga saat berbuka puasa. Setelah shalat tarawih, kue itu kita nikmati bersama. Ini bukan sekadar makan bersama, tetapi bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat Ramadhan,” ujar Ustadz Punding.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan terus dijaga sebagai bagian dari identitas kebersamaan jamaah.
“Kami ingin Ramadhan di masjid ini bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga mempererat silaturahmi. Dengan duduk bersama, berbagi makanan, dan berbincang ringan, hubungan antarjamaah menjadi semakin harmonis,” tambahnya.
Usai doa penutup shalat tarawih dan witir, para jamaah—mulai dari anak-anak hingga orang tua—berkumpul dalam suasana santai namun penuh makna. Canda tawa anak-anak berpadu dengan obrolan hangat para orang tua, menciptakan suasana Ramadhan yang hidup dan penuh keberkahan.
Melalui tradisi sederhana ini, Masjid Syekh Abdillah Mandar tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan masyarakat Cappa Galung, yang terus menjaga nilai-nilai persaudaraan dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan. (MLP)










