Rasulullah SAW mengingatkan bahwa dua nikmat yang sering dilupakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang. Manusia sering lupa betapa berharganya waktu, sampai akhirnya kita kehabisan. Dan sayangnya, sebagian besar waktu yang terbuang hari ini tidak hilang di jalan atau dalam antrean panjang, tetapi di layar kecil yang ada di genggaman.
Media sosial bukanlah hal yang buruk, ada banyak manfaatnya jika digunakan dengan benar. Namun, seperti makanan, media sosial bukan untuk dikonsumsi tanpa batas. Jika berlebihan, justru akan merusak keseimbangan.
Ramadhan adalah kesempatan untuk menata ulang kebiasaan. 30 hari adalah waktu yang cukup untuk menyadarkan kita bahwa hidup bisa lebih tenang tanpa harus selalu terkoneksi, bahwa hidup bisa lebih bermakna tanpa harus selalu membandingkan, dan bahwa ada begitu banyak hal yang lebih layak diperhatikan daripada sekadar layar.
Mungkin sudah saatnya kita mencoba mencari kembali ketenangan yang selama ini hilang, melepaskan diri dari distraksi yang selama ini membelenggu, dan mengingatkan diri kita bahwa hidup ini lebih luas daripada sekadar apa yang tampak di media sosial.
(AWR)






















Discussion about this post