Beritapers.Makassar — Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Makassar (UNM) menetapkan target ambisius: mencapai predikat Akreditasi Unggul. Target ini merupakan peningkatan signifikan dari akreditasi A yang saat ini dimiliki, sejalan dengan standar kualitas tertinggi yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Makassar, Rabu (22/10/2025)
Ketua Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNM, Dr. Tangsi, M.Sn., menjelaskan bahwa persiapan akreditasi ini sedang diintensifkan. Akreditasi Unggul adalah predikat tertinggi yang diberikan LAMDIK untuk program studi yang memenuhi standar kualitas tinggi, dengan skor akreditasi minimal 361, serta memenuhi syarat tambahan seperti bukti praktik baik dan efektivitas pelaksanaan.
“Kami saat ini telah mempersiapkan akreditasi PPG ke depan. Ya sekarang kan akreditasi kami baru A, target kami ke depan supaya PPG bisa akreditasi unggul,” ujar Dr. Tangsi.
Momentum penting bagi persiapan ini adalah bantuan yang baru-baru ini diterima dari kementerian. UNM mendapatkan program revitalisasi yang memang diperuntukkan bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG yang ingin meningkatkan kualitas akreditasinya.
Bantuan revitalisasi ini dimanfaatkan secara maksimal. “Beberapa program-program dari program revitalisasi yang dibayar oleh menteri, itu kami arahkan untuk mempersiapkan akreditasi ke depan,” jelas Dr. Tangsi. Tujuannya adalah memastikan data UNM sudah siap ketika proses akreditasi dimulai, dengan target minimal harus menjadi unggul, bukan lagi A.
Fokus utama saat ini adalah mempersiapkan dokumen secara lengkap sesuai dengan tuntutan penilai. Dr. Tangsi menekankan bahwa seluruh tim PPG UNM sedang mempelajari secara rinci dokumen apa saja yang diperlukan dalam syarat akreditasi tersebut.
“Inilah yang kami siapkan dokumen-dokumennya itu. Dokumen pembelajaran, dokumen kemahasiswaan, dokumen lulusan seperti apa. Pokoknya semua dokumen-dokumen yang jadi persyaratan-persyaratan,” pungkasnya. Dengan dukungan program revitalisasi dan persiapan dokumen yang matang, PPG UNM optimistis dapat meraih predikat Akreditasi Unggul.
Sementara itu, Dr. Muh. Faisal, M.Pd., dari tim Asesor LAMDIK, menuturkan bahwa tahap awal pelaksanaan akreditasi memerlukan penyiapan data dokumen untuk penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED).
Saat ini, tim dari berbagai prodi yang mahasiswanya tergabung dalam PPG dikumpulkan untuk membantu menyusun Laporan Evaluasi Diri tersebut. Proses ini merupakan gerak cepat penyusunan LED disertai data kinerja program studi.
Dr. Faisal menambahkan, meskipun masa berakhirnya akreditasi PPG UNM masih di tahun 2027, persiapan harus dilakukan lebih awal. Setelah penyusunan LED ini, akan ada tindak lanjut kegiatan untuk finalisasi laporan yang siap diunggah ke LAMDIK.
“Saya berharap di dalam akreditasi nanti kita mencapai puncak akreditasi tertinggi yakni akreditasi unggul karena saat ini akreditasi PPG UNM saat ini itu masih terakreditasi sangat baik,” harap Dr. Faisal, meskipun ia menyebut predikat PPG UNM saat ini “sangat baik” yang merujuk pada akreditasi A sebelumnya.
(Rafi)










