BeritaPers. Makassar, 12 Desember 2025 – Kota Makassar hari ini diselimuti cuaca mendung dan sejuk, menambah kekhusyukan umat Islam yang bergegas melaksanakan salat Jumat. Salah satu pusat kegiatan ibadah yang menjadi sorotan adalah Masjid Babus Salam yang berlokasi di Kompleks Marindah, Veteran Selatan. Dengan arsitektur yang nyaman dan bersih, masjid ini selalu ramai dipadati jamaah, terutama di hari Jumat.
Kenyamanan Masjid Babus Salam terasa lengkap dengan suasana teduh di luar. Jamaah berdatangan silih berganti, mengisi saf-saf yang telah tersedia, menyiapkan hati dan pikiran untuk mendengarkan khutbah yang dinantikan.
Sebelum rangkaian ibadah dimulai, seperti tradisi yang berlaku, pengurus masjid memberikan laporan perkembangan dan kondisi keuangan. Bapak Anwar, salah satu pengurus masjid, naik ke mimbar untuk menyampaikan laporan kas secara transparan dan terperinci.
Penyampaian laporan keuangan oleh Bapak Anwar berlangsung singkat namun jelas, menunjukkan akuntabilitas dan tata kelola yang baik dari kepengurusan masjid di bawah koordinasi Ketua Pengurus Masjid, Bapak Yusuf, dan Bapak Anwar sendiri. Setelah laporan diterima dengan baik oleh jamaah, tibalah saatnya untuk menyimak inti dari ibadah Jumat.
Sekitar pukul 12.10 WITA, suasana hening menyambut naiknya seorang tokoh ke mimbar. Dia adalah Dr. Muh Anwar. HM, seorang akademisi dan ulama yang dikenal luas dengan penyampaiannya yang mendalam dan mudah dicerna. Dr. Muh Anwar menyampaikan khutbah dengan tema sentral “Introspeksi Diri”.
Sosok Dr. Muh Anwar. HM yang tenang namun berwibawa seketika menarik perhatian jamaah. Dengan latar belakang pendidikan Islam yang mumpuni, beliau seringkali membawa pesan-pesan moral dan spiritual yang relevan dengan tantangan kehidupan modern.
Khutbah dimulai dengan ajakan untuk selalu menengok ke dalam diri. Dr. Muh Anwar menekankan bahwa introspeksi diri atau muhasabah adalah sebuah kebutuhan fundamental bagi setiap Muslim, bukan sekadar pelengkap ibadah, tetapi kunci untuk perbaikan kualitas diri dan sosial.
Beliau menyoroti bahwa di tengah hiruk pikuk dan kemajuan dunia yang serba cepat, manusia seringkali lupa menanyakan kembali tujuan hidupnya. “Jumat ini adalah momentum terbaik untuk kita bertanya, sudahkah amal kita sejalan dengan ilmu, dan sudahkah perilaku kita mencerminkan keimanan,” ujar Dr. Muh Anwar dengan penekanan.
Di sesi penutup khutbah, beliau mengingatkan agar introspeksi diri tidak berhenti pada penyesalan, melainkan menjadi energi positif untuk merencanakan langkah perbaikan konkret di masa depan, mulai dari lingkup keluarga hingga masyarakat. Khutbah ditutup dengan doa yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jamaah.
Usai salat Jumat, tanggapan positif mengalir dari pengurus dan jamaah. Ketua Pengurus Masjid, Bapak Yusuf, menyatakan rasa syukurnya, “Materi yang disampaikan Dr. Muh Anwar sangat relevan dan menyentuh. Pesan untuk muhasabah sangat pas di tengah kondisi akhir tahun seperti ini, membuat kita lebih fokus pada kualitas ibadah.”
Senada dengan pengurus, Bapak Budi, salah seorang jamaah tetap Masjid Babus Salam, turut memberikan komentarnya. “Saya selalu terkesan dengan Dr. Muh Anwar. Beliau membawakan tema Introspeksi Diri ini dengan bahasa yang tidak menggurui, namun sarat makna. Khutbahnya menyejukkan hati dan membuat kita merenung,” kata Bapak Budi.
Kehadiran Dr. Muh Anwar. HM di Masjid Babus Salam hari ini, di bawah langit Makassar yang mendung, benar-benar memberikan pencerahan dan penguatan spiritual bagi jamaah. Khutbah “Introspeksi Diri” menjadi pengingat kolektif bahwa perbaikan terbesar selalu dimulai dari diri sendiri.






















Discussion about this post