BERITAPERS || Takalar – Beredar informasi di media sosial Facebook dan grup WhatsApp terkait biaya perpisahan di SMPN 2 Galesong, Kabupaten Takalar, yang kemudian menuai berbagai reaksi dari masyarakat.(8/5/2025).
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Takalar mengambil langkah cepat untuk melakukan klarifikasi atas kabar yang dinilai telah menimbulkan kesalahpahaman.
Seorang siswi bernama Syifa, yang disebut-sebut dalam informasi tersebut, dipanggil oleh Bukabid GTK Dinas Pendidikan Takalar, Rifani, S.I.P., M.Si. Ia didampingi oleh wali kelas, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Kepala Sekolah, serta lima orang siswa kelas 9A.
Dalam keterangannya, Syifa menyampaikan bahwa wacana pengumpulan dana perpisahan tersebut merupakan inisiatif pribadinya sebagai bentuk kebersamaan bersama teman-teman sekelas menjelang kelulusan.
“Rencana itu saya buat sendiri. Hanya untuk kelas kami, 9A, agar bisa memakai baju batik atau kebaya yang seragam saat perpisahan. Saya kirimkan idenya di grup kelas tanpa konfirmasi lebih lanjut,” jelas Syifa, Selasa (6/5/2025).
Syifa juga menegaskan bahwa informasi tersebut belum pernah disampaikan kepada orang tua siswa, dan grup yang dimaksud tidak melibatkan guru atau pihak sekolah di dalamnya.










