Hal ini sekaligus membantah tudingan bahwa telah terjadi pungutan liar (pungli) yang dikaitkan dengan kegiatan perpisahan tersebut.
Pihak sekolah, melalui Kepala SMPN 2 Galesong, Ibu Sarsani, S.Pd., menyampaikan permohonan maaf apabila ada pihak yang merasa tidak nyaman atau salah paham terkait informasi yang beredar.
“Kami pastikan bahwa sekolah tidak pernah merencanakan atau menyetujui pungutan apa pun terkait perpisahan. Semua program sekolah resmi akan selalu melalui koordinasi dengan komite dan orang tua siswa,” ujar Sarsani.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus menjaga komunikasi terbuka dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik.
“Jadi, sekali lagi kami tegaskan bahwa informasi mengenai pungli itu tidak benar dan sangat disayangkan jika terus disebarkan tanpa konfirmasi langsung,” tutupnya.
Langkah klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik dan menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan.(MS)










