Beritapers.comMakassar – Suasana di depan Kantor DPRD Kota Makassar, Rabu (3/9/2025) sore, semula dipenuhi teriakan orasi mahasiswa dari Badko HMI Sulsel. Mereka menyuarakan tuntutan, membakar ban, dan membentangkan spanduk di tengah jalan hingga menyebabkan kemacetan panjang.
Menjelang petang, tensi aksi mulai mereda setelah sejumlah tokoh hadir langsung menemui massa. Ketua DPRD Kota Makassar Supratman, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, hingga Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Rachmatika Dewi (Cicu) bergantian menyampaikan pernyataan menenangkan. Mereka menegaskan bahwa gedung parlemen selalu terbuka bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi.
“Ini menjadi luka kita bersama untuk Kota Makassar dan tentu harus kita evaluasi. DPRD Provinsi dan Kota selalu membuka pintu untuk aspirasi yang benar. Mudah-mudahan ini yang terakhir terjadi di Kota Makassar, mari kita jaga Sulawesi Selatan dengan baik,” ujar Cicu di hadapan mahasiswa.
Ajakan damai itu kemudian diwujudkan dalam simbol kebersamaan. Didampingi Komandan Intel Kodam XIV/Hasanuddin, Letkol Inf Alfredo Pahala Siahaan, Cicu mengajak mahasiswa masuk ke area kantor DPRD Kota Makassar.
Mahasiswa, pimpinan DPRD, dan jajaran TNI berjalan beriringan sambil membawa bunga. Mereka menaburkannya di halaman kantor DPRD sebagai tanda penghormatan dan doa bagi para korban peristiwa kebakaran yang mengguncang Kota Makassar.
“Kita mengajak adik-adik mahasiswa untuk bersama-sama mengikuti tabur bunga ini sebagai penghormatan atas insiden yang menelan korban,” jelas Cicu.
Prosesi berlangsung khidmat. Setelah tabur bunga, seluruh peserta melanjutkan doa bersama dan shalat ghaib. Ketua DPRD Kota menegaskan bahwa momen ini bukan hanya bentuk duka, tetapi juga tekad bersama menjaga Sulawesi Selatan tetap damai.
Dandeninteldam XIV/Hasanuddin, Letkol Inf Alfredo Pahala Siahaan, menambahkan, “Kita perlu bahu-membahu, pemerintah, aparat, dan masyarakat, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.”
Tabur bunga dan doa bersama itu menjadi penutup rangkaian aksi mahasiswa hari itu, meninggalkan pesan persatuan dan kedamaian di tengah gejolak aspirasi rakyat.





















