BERITAPERS || Parepare — Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bernama Muhammad Ikmar (17) yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan Pantai Lumpue, Kota Parepare, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (12/1/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 11.07 Wita di Pantai Tonrangeng, Jalan Pinggir Laut, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat. Lokasi penemuan berjarak sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Jenazah ditemukan di sebuah cerukan pantai dalam kondisi tertelungkup.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Parepare, Rasdi Gery, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang warga yang kemudian melaporkan temuan itu kepada tim SAR gabungan yang tengah melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
“Jenazah berhasil kita temukan di dalam cerukan pantai yang berada di sebelah kanan dari arah lokasi korban tenggelam,” ujar Rasdi Gery.
Menurut Rasdi, pada awalnya laporan warga tersebut sempat tidak ditindaklanjuti secara langsung karena kondisi lapangan yang cukup sulit serta banyaknya laporan serupa selama proses pencarian. Namun, setelah warga terus berteriak dan menunjukkan lokasi penemuan, tim SAR gabungan segera bergerak melakukan pengecekan.
“Awalnya informasi itu sempat kami abaikan, tetapi karena warga terus berteriak dan memastikan keberadaan jenazah, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi Patato untuk memastikan,” jelasnya.
Rasdi mengungkapkan, saat ditemukan, kondisi jenazah korban sudah mengalami perubahan fisik akibat berada di air laut selama beberapa hari.
“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup, kondisi tubuh sudah mengalami pengelupasan kulit dan pembengkakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa identitas korban dapat dikenali dari ciri-ciri pakaian yang masih melekat pada tubuh korban.
“Ciri-cirinya, korban mengenakan pakaian berwarna biru navy dan celana pendek berwarna putih,” tambah Rasdi.
Berdasarkan hasil penyisiran dan perkiraan tim SAR, jenazah korban diduga mulai terdampar ke pantai sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 Wita, sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
“Sekitar pukul 08.00 Wita tim gabungan sempat melakukan penyisiran di sisi kanan pantai, namun belum ditemukan. Kami perkirakan jenazah naik ke daratan sekitar jam sembilan atau sepuluh pagi,” paparnya.
Sementara itu, Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim, menyampaikan bahwa informasi awal mengenai penemuan jenazah diterima langsung dari warga setempat.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang selama ini kami cari,” ujar Agus.
Ia menyebutkan jarak lokasi penemuan dengan titik awal korban tenggelam kurang lebih 200 meter, mengikuti arah arus laut di sekitar Pantai Lumpue.
Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Andi Makkasau Parepare untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup. Pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung pantai, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta ombak saat beraktivitas di kawasan pesisir. (Mlp)










