BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang – Puskesmas Lanrisang menjadi tuan rumah pelaksanaan Orientasi Berjenjang Gizi Ibu dan Anak serta 3 Pesan Kunci Pencegahan Stunting, Selasa (23/9/2025). Kegiatan ini digelar berkat kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, UNICEF, Tanoto Foundation, dan Jenewa Institut, yang berkomitmen mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
Orientasi ini menekankan pentingnya penerapan 3 pesan kunci pencegahan stunting, yakni intervensi gizi pada ibu hamil, bayi usia 6–24 bulan, dan seluruh balita. Ketiga sasaran tersebut menjadi fokus utama karena periode tersebut merupakan masa emas pertumbuhan anak yang sangat menentukan kualitas generasi mendatang.
Acara yang berlangsung dalam dua sesi ini diikuti oleh lintas sektor se-Kecamatan Lanrisang, para bidan desa, kader posyandu, hingga aparat desa. Turut hadir Kepala Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes, perwakilan UNICEF Provinsi Sulsel, Surahmansah Said,S.GZ.,M.P.H, Kasi PMD Kecamatan Lanrisang Jamaluddin, SH, yang mewakili Camat, para kepala desa, Bhabinkamtibmas Aipda Hamka, serta tenaga kesehatan Puskesmas Lanrisang.
Dalam sambutannya, drg. Bertha Yestiani, M.Kes, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas orientasi, tetapi juga langkah konkret untuk membangun kesadaran bersama.
“Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi menyangkut kualitas hidup anak di masa depan. Melalui kegiatan ini, kami berharap ada perubahan perilaku masyarakat, terutama para ibu dan keluarga, dalam memberikan perhatian penuh pada kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujar drg. Bertha.
Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Lanrisang, Jamaluddin, SH, yang hadir mewakili Camat, menilai bahwa penanganan stunting harus menjadi program bersama seluruh elemen masyarakat.
“Upaya mencegah stunting tidak bisa hanya diserahkan kepada tenaga kesehatan. Pemerintah desa, kader posyandu, dan seluruh elemen masyarakat harus ikut serta. Kami dari pemerintah kecamatan berkomitmen mendukung program ini, karena generasi bebas stunting adalah aset besar bagi masa depan daerah,” ungkap Jamaluddin.
Sedangkan perwakilan UNICEF Provinsi Sulsel Surahmansah Said,S.GZ.,M.P.Hdalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan program.
“UNICEF hadir untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Yang terpenting adalah bagaimana pesan-pesan yang didapatkan hari ini bisa diterapkan secara nyata di desa-desa. Kami percaya, dengan komitmen lintas sektor, angka stunting dapat ditekan dan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat serta berkembang optimal,” ujar perwakilan UNICEF.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta karena memberikan pemahaman mendalam sekaligus solusi praktis tentang upaya pencegahan stunting. Harapannya, hasil dari orientasi ini dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat sehingga prevalensi stunting di Kecamatan Lanrisang dapat terus ditekan. (Mlp)





















