BERITAPERS – Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) memberikan penghargaan tinggi kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas komitmen dan konsistensi mereka dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Presiden YPSP, Dr. Ahed Abu Alatta, dalam pertemuan bersama Fraksi PDIP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Delegasi YPSP disambut hangat oleh sejumlah anggota Fraksi PDIP, termasuk H. Abidin Fikri, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.
Dalam sambutannya, Dr. Ahed menegaskan bahwa dukungan PDIP terhadap Palestina merupakan kelanjutan dari garis politik luar negeri Indonesia yang diwariskan Presiden Soekarno, yang dengan tegas menolak penjajahan dalam bentuk apa pun. Ia menyebut PDIP sebagai partai besar dan berpengaruh yang berperan strategis dalam menentukan arah kebijakan luar negeri Indonesia.
Dr. Ahed juga memuji ketegasan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang secara konsisten menyuarakan dukungan untuk Palestina dan menolak segala bentuk relokasi warga Palestina di forum-forum internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahed memaparkan kondisi terkini di Gaza yang terus memburuk akibat blokade total yang telah berlangsung lebih dari 75 hari. Situasi ini menyebabkan kelangkaan bantuan penting seperti makanan, air, dan obat-obatan. Anak-anak dan perempuan menjadi korban utama, sementara pelanggaran terhadap hukum internasional terus terjadi tanpa konsekuensi berarti.
Menambahkan pernyataan tersebut, Ust. Muhammad Pizzaro, pengamat Timur Tengah, mengungkapkan bahwa korban jiwa di Gaza telah melebihi 50 ribu orang, sementara lebih dari 100 ribu diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan. Ia menyesalkan dukungan penuh yang masih diberikan Amerika Serikat kepada Israel di tengah tragedi kemanusiaan ini.
YPSP berharap PDIP terus menjadi garda terdepan di parlemen dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak rakyat Palestina melalui jalur diplomasi dan legislasi.
Menanggapi hal ini, H. Abidin Fikri menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang tengah melanda Palestina. Ia menegaskan bahwa Indonesia, melalui parlemen dan PDIP, akan terus bersuara lantang di panggung internasional menuntut dihentikannya penjajahan serta dibukanya akses bantuan kemanusiaan.
Sebagai partai terbesar di DPR RI, PDIP mengemban tanggung jawab moral dan historis untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan Palestina. PDIP, tegas Abidin, menolak keras segala bentuk relokasi paksa, karena itu merupakan wujud nyata penjajahan baru yang tidak dapat dibenarkan.










