BERITAPERS || Suppa,Pinrang — Selasa, 6 Januari 2026. Pemerintah Kabupaten Pinrang terus menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi ancaman abrasi yang kian mengancam wilayah pesisir. Melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pencegahan bencana, Pemkab Pinrang menghadirkan solusi berbasis lingkungan yang juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembalian fungsi ekosistem pesisir sebagai pelindung alami dari hempasan gelombang laut melalui kegiatan penanaman mangrove. Mangrove dinilai sebagai benteng alami yang efektif dalam meredam gelombang, menahan sedimentasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Sebagai wujud nyata dari upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Perikanan melaksanakan aksi penanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai Kecamatan Suppa, Senin (5/1). Pada tahap awal kegiatan ini, sebanyak 1.000 bibit mangrove berhasil ditanam dari total rencana 4.000 bibit yang akan ditanam secara bertahap.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Pinrang, World Wide Fund for Nature (WWF), Penyuluh Perikanan Kabupaten Pinrang, serta Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan Suppa. Sinergi berbagai pihak ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pesisir yang sehat, kuat, dan berkelanjutan sebagai langkah konkret dalam upaya mitigasi abrasi.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Pinrang, Muhammad Yusuf, S.Pi., mengungkapkan bahwa gerakan penanaman mangrove ini merupakan aksi nyata rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pinrang.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada perlindungan garis pantai dari abrasi, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat pesisir. Ekosistem mangrove menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang yang bernilai ekonomis serta menjadi sumber penghidupan utama bagi nelayan setempat.
“Olehnya itu, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir. Ketika ekosistem terjaga dengan baik, maka manfaatnya akan kembali dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam bentuk peningkatan kesejahteraan,” ujar Muhammad Yusuf.
Melalui gerakan penanaman mangrove ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, serta memastikan keberlanjutan sumber daya alam dan mata pencaharian masyarakat pesisir di masa depan. (Mlp)










