BERITAPERS || Parepare — Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai Kelenteng Kwan Kong di Kota Parepare, Kamis malam (17/7/2025), saat umat Khonghucu dari berbagai daerah mulai berdatangan untuk mengikuti doa bersama menyambut Hari Sejit atau hari lahir Dewa Kwan Kong. Prosesi doa dijadwalkan akan berlangsung mulai pukul 23.30 hingga 00.30 WITA, dipimpin oleh Ibu Syuing, tokoh ibadah dari Makassar.
Sejak petang, kelenteng telah dipadati umat dari Makassar, Parepare, dan wilayah sekitarnya. Kegiatan diawali dengan ramah tamah, makan malam bersama, serta hiburan musik dari sejumlah grup yang turut hadir. Nuansa kekeluargaan dan kekhidmatan terasa kuat di antara para tamu dan pengurus kelenteng.
Ketua Pemuda Agama Khonghucu Sulawesi Selatan, Erfan Sutono, yang juga merupakan pengurus Kelenteng Kwan Kong Parepare, menyampaikan bahwa Hari Sejit merupakan momen reflektif untuk memperkuat nilai-nilai keutamaan dalam ajaran Khonghucu.
“Hari Lahir Dewa Kwan Kong bukan hanya peringatan seremonial, tetapi ruang refleksi atas nilai-nilai luhur seperti kesetiaan, keberanian, dan keadilan. Ini penting untuk membentuk generasi yang berintegritas,” ujarnya.
Erfan juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian tradisi, agar nilai-nilai luhur tersebut terus diwariskan lintas generasi.
Hari Sejit merupakan istilah dalam komunitas Tionghoa Indonesia untuk menyebut hari kelahiran tokoh suci atau dewa yang dihormati. Dewa Kwan Kong, atau Guan Yu dalam sejarah Tiongkok, dikenal luas sebagai simbol moralitas, loyalitas, dan keberanian dalam membela kebenaran.
Peringatan Hari Sejit di Parepare menjadi penanda bahwa spiritualitas dan budaya tetap hidup dan terpelihara. Prosesi doa yang akan digelar tengah malam nanti diharapkan berlangsung khidmat dan membawa keberkahan bagi seluruh umat yang hadir. (MLP)




















Discussion about this post