BERITAPERS || Makassar – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan meluncurkan konsep Polantas Mappatabe dengan tagline “Presisi di Jalan Raya”. Program ini mengintegrasikan nilai kearifan lokal Bugis-Makassar dengan program nasional Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Konsep tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H. Ia menegaskan bahwa Polantas Mappatabe bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan lalu lintas yang humanis dan profesional.
“Polantas Mappatabe adalah cerminan komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan lalu lintas yang presisi secara teknis, namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya lokal,” ujar Pria Budi dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (31/1/2026).
Makna Mappatabe dalam Pelayanan Polantas
Mappatabe merupakan istilah dalam budaya Bugis-Makassar yang bermakna sopan, santun, menghargai, dan menghormati. Nilai ini sejalan dengan prinsip Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainga, yang mengajarkan saling menghargai, memuliakan, dan saling mengingatkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Pria Budi, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara petugas kepolisian dan masyarakat pengguna jalan. Integrasi budaya lokal dengan program Presisi diharapkan mampu meningkatkan komunikasi, kepercayaan, serta kerja sama di lapangan.
Presisi di Jalan Raya Bukan Sekadar Slogan
Tagline “Presisi di Jalan Raya” diterjemahkan dalam bentuk keakuratan pengaturan lalu lintas, kecepatan penanganan kejadian, serta ketelitian dalam penerapan aturan. Namun, penegakan hukum tetap dilakukan dengan pendekatan humanis.
“Presisi bukan hanya soal ketegasan, tetapi juga pelayanan yang ramah dan profesional. Konsep Mappatabe menjadi jembatan antara ketepatan kerja dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.
Implementasi Polantas Mappatabe akan dilakukan melalui sejumlah langkah konkret, di antaranya:
- Pelatihan ulang personel terkait penerapan nilai Mappatabe dalam pelayanan sehari-hari
- Penyempurnaan sistem pengaturan lalu lintas yang lebih presisi dan adaptif
Penguatan komunikasi dua arah antara polantas dan masyarakat - Penegakan hukum yang mengedepankan pendekatan humanis dan penghormatan terhadap hak pengguna jalan
- Komitmen Jangka Panjang
Pria Budi menegaskan bahwa Polantas Mappatabe merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Ditlantas Polda Sulsel dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman.
“Kami ingin Polantas Mappatabe menjadi identitas kerja setiap petugas. Dengan menggabungkan presisi teknis dan nilai budaya lokal, kami optimistis dapat menghadirkan perubahan positif dalam pengelolaan lalu lintas di Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menerapkan nilai Mappatabe dalam kehidupan sehari-hari.
“Keamanan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Dengan saling menghargai dan menghormati, kita bisa menciptakan jalan raya yang aman sekaligus penuh kedamaian,” pungkasnya.
Laporan: Rudy Gemulia






















Discussion about this post