BeritaPers. Opini – Ah, Ramadhan! Bulan yang penuh berkah, namun seringkali membuat kita merasa seolah-olah waktu memiliki tangan tersembunyi yang menggelitik kita setiap pagi. Suara alarm berbunyi, pagi baru saja dimulai, dan kita pun berusaha semaksimal mungkin agar tidak terlambat untuk sahur walaupun terkadang kita terjebak dalam dilema: “Masih bisa tidur lima menit lagi kan?” (Spoiler: Tidak bisa, tapi coba aja deh).
Di balik segala kesibukan, Ramadhan sejatinya adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, kita tahu mengatur waktu bukanlah hal yang mudah. Apalagi ketika kita memiliki jadwal yang serba padat antara bekerja, beribadah, dan… oh, menonton serial favorit di Netflix (yang selalu pas banget habis buka puasa).
Nah, bagaimana caranya supaya ibadah Ramadhan kita bisa lebih maksimal tanpa merasa kehabisan energi di tengah jalan? Jawabannya ada pada satu kata: manajemen waktu . Ayo, kita coba menjadi “manajer waktu” yang handal, meskipun kita merasa lebih cocok jadi “manager tidur siang.”
Sahur: Aktivitas Pagi yang Lebih dari Sekadar Makan
Sahur sering kali jadi momen yang terlewat begitu saja. Dulu, kita berpikir sahur itu hanya sekedar makan, biar puasa kuat. Tapi, tahukah kamu kalau sahur ini bisa jadi momen yang sangat krusial bagi kualitas ibadah? Kalau salah makan, kita bisa merasa lemas sebelum Maghrib. Jadi, makanlah dengan bijak! Pilih makanan yang tahan lama, seperti kurma dan oatmeal (ya, meski rasanya tidak secantik nasi goreng sisa semalam, tapi tubuh kita akan berterima kasih).






















Discussion about this post