BERITAPERS || PAREPARE — Selasa, 29 September 2026. Rumah Sakit (RS) dr. Hasri Ainun Habibie Parepare melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi pegawai sebagai bagian dari upaya preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan, mendeteksi faktor risiko sejak dini, serta menjaga produktivitas sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja, khususnya bagi para pegawai yang memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Direktur RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare, drg. Andi Cenrara, M.Kes., MARS., FISQua, mengatakan kesehatan pegawai merupakan salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan dan kualitas pelayanan rumah sakit.
“Kesehatan pegawai merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan rumah sakit. Melalui pemeriksaan kesehatan, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan pegawai sekaligus melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko kesehatan,” ujar drg. Andi Cenrara.
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan, tetapi juga perlu dilakukan melalui langkah preventif dan pemeriksaan secara berkala.
“Kami ingin membangun kesadaran seluruh pegawai bahwa menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri. Pegawai yang sehat akan lebih siap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” tambahnya.
Pemeriksaan kesehatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian manajemen rumah sakit terhadap kesehatan dan keselamatan pegawai. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, berbagai faktor risiko dapat diantisipasi sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kinerja pegawai.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Sebagai institusi pelayanan kesehatan, RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang mendukung kesehatan dan produktivitas seluruh pegawai.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kesiapan serta kondisi kesehatan sumber daya manusia yang berada di balik pelayanan tersebut.
Sehat pegawainya, optimal pelayanannya, berkualitas SDM-nya. (MLP)










