• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Rumah Tanpa Ibu, Moral Tanpa Arah

Kemal Situru by Kemal Situru
22 Desember 2025
in Berita Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Rumah Tanpa Ibu, Moral Tanpa Arah
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Syamzan Syukur

BERITAPERS || Judul ini bukan dimaksudkan sebagai tudingan personal terhadap perempuan, apalagi sebagai romantisasi peran domestik yang kaku. Sebaliknya, frase “rumah tanpa ibu” adalah metafora sosial untuk merefeksikan rapuhnya fungsi pengasuhan, afeksi, dan transmisi nilai dalam keluarga modern.

Di tengah arus globalisasi yang kian agresif, rumah—yang dahulu menjadi ruang pertama pembentukan moral (al-ummu madrastul ula)—perlahan kehilangan otoritasnya. Ketika peran ibu tergerus, baik oleh tuntutan ekonomi, logika pasar, maupun dominasi teknologi digital, arah moral anak pun menjadi kabur.

Globalisasi menghadirkan kemajuan yang tidak dapat disangkal: akses informasi, mobilitas sosial, dan peluang ekonomi. Namun, kemajuan ini datang dengan harga mahal: keluarga dipaksa beradaptasi dengan ritme hidup yang cepat dan impersonal. Dalam situasi ini, ibu sering kali berada di persimpangan dilematis—antara peran publik yang dituntut zaman dan peran pengasuhan yang menuntut kehadiran emosional.

Ketika kehadiran ini berkurang, bukan semata karena pilihan individual, tetapi karena struktur sosial yang meminggirkan kerja-kerja perawatan, rumah kehilangan figur moral yang paling konsisten.

Ibu, dalam banyak kajian sosiologi keluarga dan psikologi perkembangan, bukan sekadar pengasuh biologis. Ia adalah agen moral pertama: pendidik nilai, pembentuk empati, dan penafsir realitas bagi anak.

Bahasa pertama, ekspresi kasih, disiplin awal, hingga penanaman rasa benar dan salah sering kali dimediasi oleh relasi ibu-anak. Ketika fungsi ini digantikan oleh layar gawai, algoritma media sosial, atau institusi yang berjarak emosional, nilai moral tidak lagi ditanamkan melalui keteladanan, melainkan melalui simulasi.

Fenomena ini melahirkan paradoks: anak-anak hari ini sangat cerdas secara digital, tetapi rapuh secara etis. Mereka mahir mengakses dunia, namun kesulitan memahami batas. Mereka cepat bereaksi, tetapi miskin refleksi. Dalam rumah yang kehilangan kehadiran ibu—baik secara fisik maupun simbolik—anak tumbuh tanpa kompas moral yang stabil. Akibatnya, keluarga tidak lagi menjadi ruang internalisasi nilai, melainkan sekadar tempat transit biologis.

Pada akhirnya, membicarakan krisis moral anak bukanlah semata soal perilaku menyimpang, lunturnya sopan santun, atau kegagalan pendidikan formal. Ia adalah persoalan yang jauh lebih mendasar: tentang bagaimana sebuah masyarakat memaknai rumah, keluarga, dan peran pengasuhan.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026

Selama rumah hanya dipahami sebagai ruang fisik, dan ibu sekadar dianggap peran tambahan yang dapat digantikan oleh teknologi, pasar, atau institusi formal, maka arah moral generasi akan terus mengalami disorientasi.

“Rumah tanpa ibu” bukan sekadar ketiadaan figur, melainkan ketiadaan nilai yang hidup. Di sanalah empati seharusnya diajarkan sebelum kompetisi, kepekaan ditanamkan sebelum prestasi, dan tanggung jawab dibiasakan sebelum kebebasan. Tanpa kehadiran ibu—baik secara nyata maupun simbolik—nilai-nilai tersebut kehilangan medium paling efektif untuk diwariskan. Moral kemudian tumbuh tanpa akar, mudah goyah oleh arus zaman, dan rapuh menghadapi godaan global.

Karena itu, solusi atas krisis moral tidak cukup dirumuskan dalam slogan pendidikan karakter atau regulasi teknologi. Ia menuntut perubahan cara pandang yang lebih berani: mengembalikan pengasuhan sebagai fondasi peradaban, dan memulihkan peran ibu sebagai pusat etika keluarga. Ini bukan ajakan untuk memenjarakan perempuan dalam domestik, melainkan seruan agar negara, masyarakat, dan institusi sosial berhenti mengabaikan kerja-kerja perawatan yang menentukan masa depan manusia.

Jika kita sungguh menginginkan generasi yang berkarakter, maka pertanyaan paling jujur bukanlah “seberapa canggih pendidikan kita?”, melainkan “seberapa hidup rumah kita?”. Sebab dari rumah yang menghadirkan ibu secara utuh—dihargai, didukung, dimuliakan dan dimampukan menjalankan perannya secara utuh —akan lahir anak-anak yang tidak hanya pintar membaca dunia, tetapi juga mampu membedakan yang benar dan yang salah. Tanpa itu, kita hanya akan membangun generasi global yang cerdas, namun berjalan tanpa arah moral yang jelas.

“Selamat Hari Ibu. Di pangkuanmu, nilai tumbuh sebelum kata-kata.”

Post Views: 302
Tags: Berita OpiniBeritapersMoral Tanpa ArahRumah Tanpa Ibu
Kemal Situru

Kemal Situru

Kemal Situru adalah tokoh yang terkait dengan dunia pendidikan dan jurnalistik, sering terlibat dalam acara pelatihan dan pengembangan keahlian jurnalistik untuk mahasiswa, menunjukkan peran aktifnya dalam meningkatkan literasi media dan kemampuan publikasi di kalangan umum dan akademisi. Dan juga figur yang mendorong kegiatan literasi serta publikasi di lingkungan kampus.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
3 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Pesta Inovasi Pangan Lokal: B2SA Fest 2025 Satukan PKK Se-Sulsel

Pesta Inovasi Pangan Lokal: B2SA Fest 2025 Satukan PKK Se-Sulsel

18 November 2025
Kompol Dr. Ramli Bersama Pemkot Parepare Hadiri Nobar Final Piala Dunia 2026 Penuh Kebersamaan

Kompol Dr. Ramli Bersama Pemkot Parepare Hadiri Nobar Final Piala Dunia 2026 Penuh Kebersamaan

20 Juli 2026
Kapolda Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan dan Kenal Pamit Irwasda Polda Sulsel

Kapolda Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan dan Kenal Pamit Irwasda Polda Sulsel

22 April 2026

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?