Di antara sepuluh malam yang penuh berkah itu, terselip sebuah permata yang sangat berharga, Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebuah anugerah yang tak ternilai harganya.
Para ulama sepakat, Lailatul Qadar berada di salah satu malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan. Malam ke-21, 23, 25, atau 27. Malam di mana langit dipenuhi malaikat, doa-doa diijabah, dan ampunan Allah SWT tercurah.
Saya membayangkan, betapa indahnya jika kita bisa merasakan getaran malam Lailatul Qadar. Malam di mana setiap sujud, setiap doa, dan setiap tetes air mata penyesalan akan dilipatgandakan pahalanya.
“Barangsiapa mendirikan salat pada malam Lailatul Qadr dalam keadaan iman dan mengharap balasan dari Allah, diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al Bukhari)






















Discussion about this post