BERITAPERS || Suppa, Pinrang — Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan dukungan terhadap pelaksanaan event budaya daerah, puluhan siswa siswi SMPN 3 Suppa Kabupaten Pinrang turut ambil bagian dalam kegiatan kerja bakti massal di kawasan Pantai Lowita, Kecamatan Suppa, Minggu (24/11/2025).
Kegiatan kerja bakti ini dilakukan di area pelaksanaan Festival Budaya Pantai Lowita, salah satu rangkaian dari kegiatan Adventure Culture 2025 yang saat ini sedang berlangsung dan menjadi perhatian masyarakat lokal maupun delegasi dari berbagai negara peserta.
Bersama masyarakat setempat, pemerintah desa, panitia event, dan relawan, para pelajar turut membersihkan sampah, merapikan area acara, serta membantu penataan fasilitas umum seperti lokasi parkir, jalur pejalan kaki, dan beberapa titik yang digunakan sebagai area pertunjukan seni budaya.
Kepala SMPN 3 Suppa Chairil Anwar, S.Pd,.MM , menyampaikan apresiasi kepada siswa siswinya yang telah menunjukkan kepedulian sosial, serta menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kerja bakti, tetapi bagian dari pembentukan karakter.
“Kami bangga dengan keikutsertaan siswa siswi SMPN 3 Suppa dalam kegiatan ini. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap event budaya daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendorong peran serta siswa dalam kegiatan sosial, budaya, dan pelestarian lingkungan, khususnya yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Ketua OSIS SMPN 3 Suppa Ahmad Rezky, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami senang bisa ikut membantu. Selain kerja bakti, kami juga bisa melihat persiapan festival budaya dan mengenal lebih dekat potensi wisata Pantai Lowita,” tuturnya.
Panitia Festival Budaya Pantai Lowita melalui salah satu koordinator lapangan menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk sekolah-sekolah yang aktif terlibat dalam kegiatan pra-event.
“Partisipasi adik-adik pelajar sangat berarti. Ini menunjukkan bahwa generasi muda ikut peduli dan merasa memiliki kegiatan budaya dan destinasi wisata daerah kita,” ujarnya.
Kegiatan gotong royong ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku budaya dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Pinrang. (Mlp)










