BERITAPERS || PAREPARE — Sabtu, 3 Oktober 2026. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Negeri 1 Parepare. Najim Al Haqoni, yang dikenal aktif dalam bidang keamanan siber, mendapat apresiasi dari sejumlah institusi atas kontribusinya dalam menemukan dan melaporkan celah kerentanan keamanan secara bertanggung jawab.
Apresiasi tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri. Berdasarkan dokumen yang diterima, Najim memperoleh surat apresiasi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) melalui NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP).
Dalam surat bertanggal 25 April 2026, NASA menyampaikan penghargaan atas upaya Najim sebagai independent security researcher yang berhasil mengidentifikasi kerentanan dan melaporkannya sesuai prosedur yang berlaku.
NASA menyebut kemampuan mendeteksi serta melaporkan kerentanan merupakan keterampilan penting dalam industri keamanan informasi. Laporan Najim disebut telah membantu NASA mengetahui adanya kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui dan mendukung upaya perlindungan terhadap integritas serta ketersediaan informasi NASA.
Surat tersebut ditandatangani Tamiko Fletcher, Acting Senior Agency Information Security Officer pada NASA Office of the Chief Information Officer (OCIO).
Tak berhenti pada apresiasi dari NASA, Najim juga menerima Sertifikat Apresiasi dari Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.
Sertifikat tersebut diberikan atas peran dan kontribusinya dalam menemukan celah kerentanan pada website yang dikelola Pemerintah Kota Bekasi serta melakukan koordinasi dengan Diskominfostandi Kota Bekasi.
Apresiasi serupa juga diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Dalam sertifikat bernomor 000.6.4/1400/2026, Najim disebut telah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sukoharjo dalam koordinasi temuan kerentanan serta bertindak secara etis dengan melaporkannya kepada pihak terkait.
Sertifikat tersebut mencantumkan salah satu temuan berupa “Zimbra Collaboration Suite” pada alamat layanan milik Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Deretan apresiasi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan Najim di bidang keamanan siber tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam membantu lembaga dan pemerintah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan sistem informasi.
Di lingkungan pendidikan, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMA Negeri 1 Parepare, sekaligus menunjukkan bahwa potensi pelajar daerah dapat berkembang hingga mendapat pengakuan dari institusi berskala nasional bahkan internasional.
Najim juga tercatat sebagai peserta kompetisi BINUS kategori Capture The Flag (CTF), sebuah ajang yang berkaitan erat dengan kemampuan dan keterampilan keamanan siber.
Di balik pencapaian tersebut, dukungan keluarga turut menjadi bagian penting dalam perjalanan Najim. Ayahnya, Arrank Jaya, S.Kom., merupakan guru di SMAN 1 Parepare, sementara ibunya, Emmi Ratnawati, S.Ag., M.Ag., merupakan pegawai Kementerian Agama di Parepare.
Prestasi Najim menjadi gambaran bahwa dunia pendidikan tidak hanya melahirkan siswa berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi teknologi, khususnya keamanan siber, yang semakin penting di era digital.
Dari ruang belajar di Parepare hingga mendapat apresiasi NASA, perjalanan Najim Al Haqoni menjadi catatan membanggakan tentang potensi generasi muda Indonesia dalam dunia teknologi dan keamanan informasi. (MLP)










