BERITAPERS || Surabaya, — Dr. Sapri Tajuddin, S.Sos., M.Si., resmi menyandang gelar doktor dalam Ilmu Administrasi setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Jumat, (13/6/2025)
Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Sapri memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Implementasi Kebijakan Pelayanan Publik: Studi Agile Government pada Mal Pelayanan Publik Kota Parepare.” Ia menjelaskan bahwa penerapan prinsip agile government terbukti mampu meningkatkan efisiensi, responsivitas, serta aksesibilitas layanan publik di daerah.
“Konsep agile memungkinkan pemerintah beradaptasi lebih cepat terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dengan dukungan teknologi digital dan evaluasi yang berkelanjutan,” jelasnya dalam presentasi disertasi.
Penelitian tersebut mengungkap bahwa Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Parepare menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendekatan agile dapat diimplementasikan secara efektif. Inovasi pelayanan berbasis teknologi serta keterlibatan aktif masyarakat dalam proses evaluasi menjadi faktor utama dalam peningkatan mutu layanan.
Dalam rekomendasinya, Dr. Sapri menekankan pentingnya digitalisasi dalam perizinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta layanan administrasi lainnya. Dengan memanfaatkan sistem digital, kata dia, proses perizinan akan lebih cepat, transparan, dan tidak membebani pelaku usaha secara administratif.
Ia juga menyoroti perlunya monitoring dan evaluasi regulasi secara rutin agar kebijakan tetap relevan dengan perkembangan pasar dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

“Pemerintah harus lebih adaptif terhadap perubahan. Tidak cukup hanya mengandalkan regulasi yang kaku, tetapi juga perlu menciptakan sistem yang fleksibel dan cepat merespons tantangan,” tambahnya.
Acara promosi doktor yang berlangsung di Kampus UNTAG Surabaya itu turut dihadiri oleh para akademisi, kolega, dan tamu undangan. Ucapan selamat dan karangan bunga dari berbagai pihak turut menghiasi suasana acara sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik Dr. Sapri.
Dalam unggahannya di media sosial, Dr. Sapri menyampaikan rasa syukurnya telah menyelesaikan pendidikan doktoral dalam waktu 2 tahun 9 bulan. “Alhamdulillah, butuh 2 tahun 9 bulan untuk sampai ke titik ini,” tulisnya.
Keberhasilan Dr. Sapri diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendorong transformasi layanan publik berbasis teknologi, khususnya di daerah. Ia juga dikenal aktif sebagai Pembina di LIDIK PRO (Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara) Kota Parepare, menunjukkan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi yang lebih adaptif dan melayani.
Selain itu, Dr. Sapri pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Parepare periode 2009–2014, dan saat ini mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. (***)




















Discussion about this post