Beritapers.Makassar— Pemerintah Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, menunjukkan inisiatif nyata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warganya. Desa Tanabangka menggelar Pelatihan Tata Rias sebagai program pemberdayaan masyarakat yang strategis, Sabtu (8/11/2025).
Pelatihan ini berlangsung di Hotel Royal Bay Makassar dan diikuti oleh total 31 peserta yang terdiri dari kader dan masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Bajeng Barat sekaligus yang membuka kegiatan, Sekcam sekaligus Pj. Kepala Desa Tanabangka, Sekdes dan Ketua BPD sekaligus Ketua Abpednas Kabupaten Gowa. Kegiatan ini merupakan investasi desa dalam sumber daya manusia.
Program pelatihan ini seluruhnya dibiayai menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk mengalokasikan dana pembangunan bagi peningkatan keterampilan produktif warganya.
Penjabat Kepala Desa Tanabangka, H. Muchhtar Ninra, S.Sos., M.Adm.Kp. menjelaskan secara rinci tujuan di balik penyelenggaraan pelatihan ini. Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan keterampilan kepada kader dan masyarakat agar mereka memiliki keahlian yang nantinya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
“Saya berharap mereka punya kemampuan dan keterampilan sehingga bisa bermanfaat untuk dirinya, keluarga, dan masyarakat,” ujar Mukhtar Ninra, menekankan aspek kebermanfaatan ganda dari program ini.
H. Muchhtar Ninra, menambahkan, inisiatif ini muncul dari kesadaran bahwa pemerintah belum memiliki kemampuan yang cukup untuk memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai secara berkelanjutan kepada setiap warga atau kader.
Oleh karena itu, desa mengadopsi pendekatan pemberdayaan yang lebih efektif. “Satu teori mengatakan bahwa kalau kita belum bisa memberikan dalam bentuk materi atau uang, paling tidak bisa diusahakan supaya mengurangi pengeluarannya,” ungkapnya.
Pelatihan Tata Rias ini dianggap sebagai salah satu cara cerdas untuk mencapai tujuan tersebut. Kebutuhan-kebutuhan yang menyangkut masalah bagaimana mempercantik diri dan orang lain yang biasanya membutuhkan biaya kini dapat dikerjakan secara mandiri.
“Dari uang yang sedianya dikeluarkan itu bisa di-saving (ditabung) untuk biaya hidup sehari-hari,” pungkasnya. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya menghasilkan keahlian baru tetapi juga secara langsung berkontribusi pada penghematan pengeluaran rumah tangga, menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
(Rafi)










