“Pernah kami turun pertanyakan ke Kantor BPN Makassar di tahun 2024 dan masih aktif,”kata dia.
Rahman Busra dengan sangat berharap kepada presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk menurunkan tim pencari fakta apa yang sebenarnya terjadi.Jangan sampai mafia-mafia tanah berkuasa.
Dikemukakan pula Arif yang juga mengaku selaku ahli waris dari Dg Misi mengatakan sangat mengherankan adanya seorang narapidana bernama AC permohonan eksekusi diterima pengadilan.
“Orang tersebut sudah dua kali menjadi tersangka,”bebernya.
AC ini mempergunakan kewarisan palsu tapi bukan disini di jalan Langgau diarahkan kesini menggugat 3 hektar,setelah ada putusannya dia minta permohonannya eksekusi lebih dua ribu dua ratus hektar.
“Dari kewarisan palsu digunakan AC minta permohonan eksekusi,”terangnya.
Lanjut Ari menegaskan adanya pemalsuan kewarisan palsu diduga dilakukan AC sudah melakukan perlawanan dengan menggugat kembali. Permohonan Gugatan itu sudah saya lakukan pada hari Senin kemarin. Kakak saya almarhum H. Usman itu tidak ikut perkara dan tidak memasukkan nama saya makanya berhak lagi melakukan gugatan,”
“Tentunya untuk membasmi mafia-mafia tanah di seluruh Indonesia dan kebetulan anggota timnya Prabowo disini dalam dua tiga hari beliau akan datang dan ke lokasih sengketa yang ada di jalan AP Pettarani Makassar,”tutupnya.
(RUDY)






















Discussion about this post