Beritapers.Makassar — Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Persidangan Sinode Raya XXII Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) tahun 2025, inisiasi kegiatan penanaman pohon gencar dilakukan di Kota Makassar. Kegiatan simbolis berupa penanaman pohon Tabebuya ini berlangsung di Taman Macan Kota Makassar pada Sabtu (25/10/2025).
Aksi penanaman pohon Tabebuya ini dirancang sebagai bagian dari kampanye besar “Makassar Menyambut dengan Warna”. Tabebuya dipilih sebagai simbol harapan, keberagaman, dan komitmen bersama terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Tujuannya adalah mempercantik ruang publik kota, memperkuat semangat kebersamaan lintas iman dan organisasi, serta meninggalkan warisan hijau yang bermakna.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, menegaskan sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan komunitas. Turut hadir dan berpartisipasi adalah TP PKK Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar (DLH), PWKI (Persatuan Wanita Kristen Indonesia), GP Ansor (Gerakan Pemuda Ansor), Permabudhi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), serta perwakilan Majelis Sinode dan Mupel GPIB.
Ketua TPP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, sangat mendukung kegiatan ini. Ia melihat inisiatif penanaman pohon Tabebuya ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan visi Makassar sebagai kota yang indah, bersih, dan berkelanjutan.
Menurut Melinda Aksa Munafri, sinergi antara kegiatan keagamaan berskala nasional seperti Sinode Raya GPIB dengan agenda lingkungan adalah hal yang patut dicontoh. Dukungan TP PKK Kota Makassar diberikan sepenuhnya karena kegiatan ini secara langsung mendukung program kerja PKK dalam menciptakan lingkungan rumah tangga dan ruang publik yang sehat, asri, dan produktif.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, DR. Helmy Budiman, S.STP, MM, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang digagas dalam rangka menyambut Sinode Raya GPIB ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana kegiatan keagamaan dapat diintegrasikan dengan isu lingkungan hidup.
Penanaman pohon Tabebuya diharapkan tidak hanya memberikan keindahan visual saat berbunga, tetapi juga menjadi penanda akan pentingnya menjaga alam. Dengan adanya warisan hijau ini, Makassar siap menyambut Sinode Raya XXII GPIB 2025 sebagai kota yang ramah lingkungan, indah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman.
Makassar tidak hanya bersiap menjadi tuan rumah yang baik bagi Sinode Raya GPIB , tetapi juga mempertegas komitmennya sebagai kota yang hijau dan menghargai keberagaman.
(Rafi)









