• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Gengsi Negara di Tengah Banjir

Muh. Anwar by Muh. Anwar
19 Desember 2025
in Berita Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Gengsi Negara di Tengah Banjir
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini – Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 bukan sekadar bencana alam, melainkan tragedi kemanusiaan yang memperlihatkan rapuhnya tata kelola lingkungan dan penanganan bencana di Indonesia. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.000 korban jiwa meninggal, ratusan orang masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 835.000 warga mengungsi, sementara laporan lain menyebut hingga 3,3 juta jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Kerusakan fisik pun masif, dengan lebih dari 121.500 rumah rusak, 405 jembatan hancur, serta ratusan fasilitas pendidikan dan kesehatan lumpuh. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai Rp50–68 triliun, angka yang menunjukkan bahwa bencana ini sudah melampaui kapasitas normal pemerintah daerah untuk menanganinya secara mandiri. Namun ironisnya, hingga kini pemerintah pusat masih belum menetapkan status bencana nasional, seolah skala penderitaan warga belum cukup besar untuk memicu respons maksimal negara.

Muhtar Luthfi Al Anshari Mahasiswa MPI UIN Alauddin Makassar
Muhtar Luthfi Al Anshari Mahasiswa MPI UIN Alauddin Makassar

Berbagai organisasi lingkungan, termasuk Greenpeace dan WALHI, telah menunjukkan bahwa bencana ini diperparah oleh kerusakan ekologis yang sistematis. Dalam kurun 2016–2025, sekitar 1,4 juta hektare hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hilang, akibat ekspansi perkebunan, pertambangan, dan proyek infrastruktur. Hilangnya tutupan hutan ini merusak fungsi daerah aliran sungai sebagai penyangga alami air hujan. Ketika curah hujan ekstrem terjadi yang menurut BMKG mencapai 300–500 milimeter per hari di beberapa wilayah akibat pengaruh siklon tropis air tidak lagi terserap, melainkan langsung mengalir deras ke permukiman. Fakta ini menegaskan bahwa banjir Sumatera adalah bencana ekologis yang diproduksi oleh kebijakan pembangunan yang abai terhadap daya dukung lingkungan.

Masalah penanganan bencana semakin pelik ketika pemerintah menunjukkan sikap defensif dengan enggan menerima bantuan internasional, dengan alasan Indonesia masih “mampu menangani sendiri” bencana ini. Pernyataan tersebut terdengar optimistis di ruang konferensi pers, tetapi kontras dengan realitas di lapangan. Di banyak wilayah terdampak, warga masih kekurangan makanan, air bersih, obat-obatan, tenda darurat, dan layanan kesehatan, sementara akses ke daerah terisolasi terhambat rusaknya jembatan dan jalan. Relawan dan organisasi kemanusiaan melaporkan distribusi bantuan yang lambat dan tidak merata, serta keterbatasan logistik yang jelas tidak sebanding dengan jumlah korban dan luas wilayah terdampak. Penolakan atau penundaan bantuan luar negeri dalam situasi darurat semacam ini bukanlah simbol kemandirian, melainkan bentuk keangkuhan kebijakan yang berpotensi memperpanjang penderitaan warga.

Sikap pemerintah tersebut memperkuat kesan bahwa negara lebih sibuk menjaga citra mampu dibandingkan memastikan keselamatan rakyatnya. Dalam banyak kasus bencana besar di dunia, bantuan internasional bukan tanda kelemahan, melainkan praktik solidaritas global yang lazim dan sah. Ketika ratusan ribu warga kehilangan rumah, mata pencaharian, dan akses layanan dasar, menutup pintu bantuan atas nama gengsi nasional justru bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Apalagi, status bencana nasional yang belum ditetapkan turut membatasi ruang koordinasi dan transparansi dalam pengelolaan bantuan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Banjir Sumatera seharusnya menjadi pelajaran mahal bahwa krisis iklim dan kerusakan lingkungan tidak bisa ditangani dengan pendekatan setengah hati. Pemerintah perlu segera menetapkan status bencana nasional, membuka diri terhadap bantuan internasional secara terukur dan transparan, serta melakukan koreksi besar terhadap kebijakan pengelolaan hutan dan tata ruang. Restorasi ekosistem, pengetatan izin eksploitasi sumber daya alam, dan strategi adaptasi perubahan iklim harus dijalankan secara serius, bukan sekadar jargon. Tanpa perubahan mendasar, banjir semacam ini akan terus berulang, dan setiap kali itu terjadi, warga kecil kembali membayar mahal harga dari ketidakbecusan negara dalam melindungi mereka.

Post Views: 110

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026
Tags: Berita OpiniFTK UINAMProdi MPI FTK UINAM
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
5 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
7 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

2 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

2 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Di Bawah Langit Penghujung Tahun, Sepotong Ketupat, dan Pallumara

Di Bawah Langit Penghujung Tahun, Sepotong Ketupat, dan Pallumara

31 Desember 2025
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Warga Kelurahan Romang Polong

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Warga Kelurahan Romang Polong

16 April 2025
Babinsa Koramil 1426-07/Pattallassang Dampingi Proses Serap Gabah Petani Oleh Bulog

Babinsa Koramil 1426-07/Pattallassang Dampingi Proses Serap Gabah Petani Oleh Bulog

13 April 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?